Hadapi Porto, Leicester Andalkan 'Si Pembunuh Naga'

Jelang Liga Champions

Hadapi Porto, Leicester Andalkan 'Si Pembunuh Naga'

Meylan Fredy Ismawan - Sepakbola
Selasa, 27 Sep 2016 08:33 WIB
Hadapi Porto, Leicester Andalkan Si Pembunuh Naga
Foto: Action Images via Reuters/John Sibley
Leicester - Julukan FC Porto adalah Dragoes atau 'Si Naga'. Oleh karena itu, untuk menjinakkan Porto, Leicester City akan mengandalkan seorang 'Si Pembunuh Naga'.

Di matchday 2 Liga Champions, Leicester akan menjamu Porto di King Power Stadium, Rabu (28/9/2016) dinihari WIB. The Foxes sebelumnya menang telak 3-0 saat dijamu Club Brugge pada laga pertama di Grup G, sedangkan Porto bermain imbang 1-1 dengan Copenhagen.

Meski Porto lebih berpengalaman di kompetisi Eropa, Leicester tetap bisa percaya diri menyambut laga ini. Pasalnya, mereka sekarang memiliki penyerang yang sudah biasa menghadapi Porto, Islam Slimani.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Slimani direkrut Leicester dari Sporting Lisbon di bursa transfer musim panas dengan nilai transfer 29 juta poundsterling. Striker asal Aljazair itu pun menjadi pemain termahal yang direkrut Leicester.

Selama tiga musim berkostum Sporting, Slimani enam kali menghadapi Porto dan mencetak enam gol. Oleh karena itulah, dia dijuluki 'Si Pembunuh Naga' oleh suporter Sporting. Tiga hari sebelum pindah ke Leicester, penyerang berusia 28 tahun itu mencetak satu gol saat Sporting mengalahkan Porto 2-1.
AFP/Miguel RiopaAFP/Miguel Riopa

"Kami sudah bicara. Slimani sudah mencetak banyak gol ke gawang Porto dan saya yakin dia akan jadi ancaman," ujar manajer Leicester, Claudio Ranieri, seperti dikutip Daily Mail.

"Kami menghabiskan banyak uang dan tentu saja dia adalah seorang pencetak gol. Tapi, jika dia tidak mencetak gol, itu tak masalah karena dia adalah seorang pekerja keras," kata Ranieri.
AFP/PATRICIA DE MELO MOREIRAAFP/PATRICIA DE MELO MOREIRA

Kubu Porto sangat menyadari potensi ancaman dari Slimani. Mereka pun akan berupaya mematikannya.

"Dia adalah seorang pemain yang tak boleh kami abaikan. Dia adalah seorang striker, pencetak gol, dan kami harus mengontrol dia," kata pelatih Porto, Nuno Espirito Santo.

"Tapi, bukan Slimani saja. Ini juga soal (Riyad) Mahrez, (Jamie) Vardy. Cara untuk mengontrolnya adalah melakukan hal itu sebagai sebuah tim," kata Nuno.

(mfi/roz)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads