Porto dijadwalkan bertandang ke markas Leicester di King Power Stadium, Rabu (28/9/2016) dinihari WIB pada matchday kedua fase grup Liga Champions. Porto berbekal pengalaman lebih panjang sebagai kontestan Liga Champions ketimbang Leicester.
Bahkan Porto pernah merengkuh takhta juara Liga Champions, yakni di musim 1986/1987 dan paling akhir 2003/2004 kala dipoles Jose Mourinho.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tanpa memperhitungkan statistik buruk Porto di tanah Inggris, pelatih Porto, Nuno Espirito Santo, mengingatkan agar anak asuhnya tak meremehkan Leicester. Dia memprediksi Leicester akan jadi lawan yang sulit.
"Leicester adalah juara Premier League musim lalu dan liga ini adalah liga terbaik di dunia. Mereka sudah menunjukkan level mereka dengan pencapaian musim lalu, maka kami harus menaruh respek kepada mereka," kata Nuno seperti dikutip Daily Mail.
"Kami tahu Leicester bisa tampil sangat kuat dan mereka memang lawan yang sulit yang harus kami hadapi. Kami tak boleh lupa kami harus menghadapi juara Premier League.
"Kami sadar pertandingan tinggal esok hari. Kami memahami kesulitan-kesulitan apa saja yang harus kami hadapi saat menghadapi mereka nanti," ucap dia.
(fem/raw)











































