Dalam leg I babak 16 besar Liga Champions, Rabu (15/2/2017), PSG menghempaskan Barca 4-0. Gol-gol dari Angel Di Maria (2 gol), Julian Draxler, dan Edinson Cavani bikin nasib Barcelona di Liga Champions musim ini berada di ujung tanduk. Opta mencatat belum ada klub yang mampu lolos dari babak knockout jika menelan hasil menyakitkan seperti itu.
Pelatih Barca, Luis Enrique, pun dibuat meradang dengan hasil ini. Sport mengabarkan Enrique sampai terlibat ketegangan dengan seorang jurnalis lantaran pertanyaan-pertanyaan yang diajukan padanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam pertandingan yang berlangsung Rabu (15/2/2017) dinihari WIB, Messi tidak mampu menyentuh bola di dalam kotak penalti PSG. Ia juga harus rela dikolongi Adrien Rabiot dalam laga yang berkesudahan 0-4.
Terlepas dari itu, kekalahan telak ini bukan sekalinya dirasakan Messi. Sebelumnya pemain 29 tahun itu sudah empat kali mengalami kekalahan telak.
Kekalahan telak Messi pertama kali terjadi pada 1 April 2009. Di laga kualifikasi Piala Dunia 2010 Argentina dihantam 1-6 oleh Bolivia, selaku negara yang duduk di peringkat dua terbawah di akhir babak kualifikasi.
Hasil tersebut untungnya tidak berdampak apa-apa pada Argentina yang sudah diperkuat Messi. Mereka tetap bisa melaju ke babak grup Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan usai finis di posisi empat.
Namun di ajang empat tahunan itu Messi kembali mengalami nasib nahas. Argentina dipermalukan Jerman 0-4 pada babak perempatfinal.
Selang tiga tahun kemudian peraih trofi Ballon d'Or lima kali itu kembali mendapat hasil yang memalukan. Barcelona harus tunduk dengan agregat 0-7 dari Bayern Munich di babak semifinal Liga Champions 2012/13. Klub asal Jerman itu kemudian keluar sebagai juara setelah di final menundukkan Borussia Dortmund 2-1.
Ketidakmustahilan mengalahkan tim yang diperkuat Messi kembali terjadi. Athletic Bilbao berhasil mencukur Barcelona 4-0 dalam laga leg pertama Supercopa Spanyol pada 14 August 2015 di San Mames. Tim yang diperkuat Aritz Aduriz itu pada akhirnya berhasil keluar sebagai juara dengan agregat 5-1.
La de hoy igualΓ³ la 2da peor derrota (por cuarta ocasiΓ³n) por un equipo de Lionel #Messi con Γ©l en la cancha. pic.twitter.com/Dj7jHend3R
β Fichajes_FΓΊtbol_ (@Fichajes_Elite_) February 15, 2017
Selain pernah mengalami kekalahan dengan skor yang mencolok, Messi juga punya penderitaan lain. Di level internasional dia sudah mengalami tiga kali kegagal di laga final hanya dalam waktu tiga tahun.
Pertama terjadi pada final Piala Dunia 2014 saat Argentina kalah 0-1 dari Jerman lewat perpanjangan waktu. Selanjutnya dua kali kalah dari Chile di final Copa America 2015 dan 2016. Dalam dua laga itu Tim Tango kalah lewat adu penalti 1-4 dan 2-4 setelah sebelumnya bermain 0-0 sampai perpanjangan waktu.
(cas/rin)











































