Wright Prediksikan 'Sesuatu Sedang Menuju Akhir' di Arsenal

Wright Prediksikan 'Sesuatu Sedang Menuju Akhir' di Arsenal

Kris Fathoni W - Sepakbola
Rabu, 08 Mar 2017 10:45 WIB
Wright Prediksikan Sesuatu Sedang Menuju Akhir di Arsenal
Foto: Reuters / John Sibley Livepic
London -

Mantan pemain Arsenal Ian Wright mengomentari hasil teranyar bekas klubnya itu. Ia merasa sesuatu sedang menuju bagian akhir. Bicara soal nasib Arsene Wenger?

Arsenal kalah 1-5 ketika menjamu Bayern Munich di partai leg kedua 16 besar Liga Champions, Rabu (8/3/2017) dinihari WIB. Hasil itu membuat The Gunners lagi-lagi tersingkir di babak 16 besar ajang tersebut.

[Baca juga: Arsenal Terhenti di Babak 16 Besar untuk Ketujuh Kali Berturut-turut]

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Fakta bahwa Arsenal tersingkir dengan agregat 2-10, akibat kalah dengan skor 1-5 lain di markas Bayern, turut menghadirkan catatan-catatan buruk. Salah satunya adalah bahwa kekalahan dengan agregat itu merupakan hasil yang terburuk buat sebuah klub Inggris di ajang Liga Champions.

[Baca juga: Catatan-Catatan Usai Bayern Singkirkan Arsenal]

"Ini merupakan sebuah hari yang sedih karena kami tersingkir lagi di fase ini. Kami sedang melewati sebuah periode yang paling buruk dalam sejarah kami," kata Ian Wright kepada BT Sport.

"Dengan segala yang terjadi saat ini, Anda bisa mengatakan bahwa akan butuh usaha superbesar buat Arsenal untuk membalikkan keadaan dalam konteks tekad dan determinasi para pemain," lanjutnya.

Hasil tersebut niscaya turut membuat tekanan terhadap Wenger bertambah. Apalagi laga ini turut diwarnai aksi protes sejumlah suporter Arsenal yang menuntut agar peracik taktik 'Gudang Peluru' semenjak Oktober 1996 itu tidak lagi lanjut di klub setelah kontraknya habis pada musim panas.

[Baca juga: Aksi Protes Fans Arsenal dan Bayern]

Kendatipun tidak secara langsung merujuk ke Wenger, Wright merasa kalau hasil dinihari tadi merupakan sebuah tahap menuju akhir dari "sesuatu". "Saat ini rasanya sesuatu sedang menuju akhir," sebut pemain Arsenal periode 1991–1998 itu.

(krs/nds)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads