Real Madrid berada dalam ancaman comeback Napoli saat kedua tim berduel di San Paolo dalam pertandingan leg kedua babak 16 besar Liga Champions, Rabu (8/3/2017) dinihari WIB. Tuan rumah unggul lebih dulu lewat gol Dries Mertens di menit ke-24 dan hanya butuh satu gol lagi untuk membuat Madrid tersingkir.
Tapi Madrid punya Ramos. Bek berusia 30 tahun yang kerap mencetak gol-gol krusial untuk Madrid itu sekali lagi tampil sebagai pahlawan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Enam menit kemudian, Ramos melakukan hal yang nyaris sama. Kembali dari skema sepak pojok, Ramos mengungguli Elseid Hysaj dalam duel udara untuk menyambut bola dari Kroos. Bola yang membentur Mertens kemudian masuk ke gawang untuk membuat keadaan berbalik 2-1 untuk Madrid.
Pada akhirnya Madrid menang 3-1 setelah Alvaro Morata mencetak gol untuk membungkam publik San Paolo di masa injury time. Los Blancos pun lolos dengan agregat 6-2.
Apa yang ditunjukkan Ramos di laga tersebut mendapat pengakuan dari kiper Napoli, Pepe Reina. Dia memuji semangat juang Ramos, juga kemampuannya dalam duel udara saat situasi bola mati.
"Babak pertama persis seperti yang kami impikan. Kami memulai dengan kuat, langsung mengancam dan menghentikan pemain-pemain Real Madrid dari memegang bola di lapangan tengah," ujar Reina kepada AS seperti dikutip dari Football Italia.
"Sayangnya, kami dikalahkan lewat bola mati, karena sangat sulit untuk mengawal Sergio Ramos. Rasa lapar dan determinasi yang dia suntikkan ke dalam permainannya adalah aspek yang membedakan dia dari yang lainnya. Nyaris mustahil mengawalnya saat duel udara."
"Begitu kami kebobolan, kami lalu kebobolan lagi enam menit kemudian. Di titik itu, hasil imbang akan percuma," lanjut Reina.
"Meski begitu, saya meninggalkan malam ini dengan senang karena kami bisa memberi suporter kami sebuah mimpi dan mereka memberi tontonan kepada dunia. Ini adalah imbalan untuk kota dan suporter kami. Sekarang kami ingin terus berkembang sehingga kami bisa menjadi lebih kompetitif," katanya menambahkan.
Kepala Ramos memang cukup mematikan. Tujuh dari 11 gol yang sudah dibuat Ramos di kompetisi antarklub Eropa diciptakan lewat sundulan kepala.
(nds/din)











































