Pertemuan Juve dengan Barca ini merupakan ulangan final Liga Champions 2014-15. Pada laga puncak yang digelar di Olympiastadion, Berlin, Bianconeri dipaksa mengakui ketangguhan Los Cules dengan skor 1-3.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Duo MSN, menjadi momok bagi Juventus. Luis Suarez mengembalikan kepemimpinan Barca, sebelum Neymar memastikan timnya mengangkat trofi 'Si Kuping Besar' usai mencetak gol ketiga di injury time.
Semusim berikutnya, Juve memang gagal melangkah jauh usai disingkirkan Bayern Munich di babak 16 besar. Namun, La Vecchia Signora merespons hasil mengecewakan itu dengan melaju ke fase knockout tanpa terkalahkan di musim ini.
"Ini adalah sebuah pertarungan yang menarik melawan Barcelona," kata wakil presiden Juve Pavel Nedved di Uefa.com. "Mereka adalah salah satu tim paling kondang di dunia ini dan kami hanya harus fokus pada saat ini karena kami memiliki sebuah tim yang sangat tangguh dan bisa bersaing."
"Saya pikir Juve sudah jauh lebih meningkat [sejak final Liga Champions 2015]. Tim ini bisa bermain tanpa rasa takut melawan Barcelona," sambung eks pemain Juve itu.
Juve akan menjamu Barcelona di Turin untuk melakoni leg I pada 11 April. Sebelum gantian melawat ke Camp Nou pada 18 April.
"Saya tidak merasa bahwa bermain di kandang sendiri atau di markas lawan akan berpengaruh besar di level saat ini. Anda harus berada di dalam performa terbaik selama 180 menit atau lebih," cetus Nedved. (rin/din)











































