Hasil pengundian perempatfinal Liga Champions yang dilakukan dua minggu lalu mengharuskan Bayern dan Madrid berjumpa. Bayern akan lebih dulu jadi tuan rumah pada 5 April sebelum gantian melawat ke Santiago Bernabeu sepekan setelahnya.
Duel ini disebut-sebut final kepagian mengingat performa keduanya musim ini membuat Bayern dan Madrid difavoritkan sebagai juara. Apalagi Bayern tentu ingin membalas kekalahan di semifinal Liga Champions musim 2013/2014 saat Madrid juara.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Padahal semusim sebelumnya Ancelotti berhasil membawa Madrid meraih La Decima plus trofi Copa del Rey plus dua trofi lainnya yakni Piala Super Eropa dan Piala Dunia Antarklub. Sayangnya kegagalan di tiga ajang musim 2014/2015 membuat Ancelotti kehilangan pekerjaan.
"(Ancelotti) sangat tahu Madrid dan para pemainnya pun sudah diketahui. Ditambah lagi Ancelotti ingin membalas dendam dengan menyingkirkan Madrid karena pernah disia-siakan. Ini wajar dalam olahraga. Carlo sangat rileks, dia menenangkan para pemain, dan meyakini kami untuk bisa lolos," ujar Presiden Bayern Uli Hoeness kepada AS.
"Saya sebenarnya tidak menginginkan Madrid, mereka adalah salah satu tim terbaik di kompetisi ini. Tapi seperti yang saya selalu katakan - Anda harus mengalahkan siapapun jika ingin maju ke final. Kami dalam performa bagus dan kini kami harus meraih hasil yang bagus," sambungnya.
(mrp/din)











































