Cristiano Ronaldo jelas menjadi salah satu faktor besar keberhasilan Madrid musim ini. Tapi, keputusan pelatih Los Blancos, Zinedine Zidane, untuk melakukan rotasi pemain hingga kebugaran para penggawa Madrid tetap terjaga juga menjadi faktor penentu lainnya.
Berikut ini adalah beberapa momen penting yang membawa Madrid meraih gelar juara Liga Champions ke-12.
1. Kembalinya Ketajaman Ronaldo
|
Foto: REUTERS/Sergio Perez
|
CR7 baru membukukan dua gol hingga babak 16 besar. Ketajaman Ronaldo kembali saat dibutuhkan Madrid kala bertemu dengan tim kuat, Bayern Munich di babak perempatfinal.
Ronald mencetak dua gol pada leg pertama pertandingan 16 besar Liga Champions melawan Die Roten. Dia meneruskan ketajamannya dalam dua pertandingan berikutnya dengan catatan hat-trick ke gawang Bayern dan Atletico Madrid di babak selanjutnya.
Saat babak final melawan Juventus, Ronaldo kembali unjuk kebolehan untuk menjebol gawang lawan dengan dua kali memaksa Gianluigi Buffon memungut bola dua kali dari gawangnya. Madrid pun memenangi pertarungan di Millenium Stadium, Cardiff, dengan skor 4-1.
2. Gol-Gol Casemiro
|
Foto: Reuters / Carl Recin
|
Satu gol dicetak dengan gaya, saat laga babak 16 besar melawan Napoli. Saat itu skor pertandingan menunjukkan Madrid sudah unggul 2-1. Dalam pertandingan di Santiago Bernabeu pada 15 Februari lalu, Karim Benzema dan Toni Kroos yang mencetak dua gol partama Madrid.
Dengan sebuah tendangan voli spektakuler dari luar kotak penalti, Casemiro mengunci kemenangan Madrid dengan skor 3-1.
Satu gol lain dari Casemiro hadir di babak final. Setelah Madrid bermain 1-1 dengan Juventus di babak pertama, Casemiro muncul dengan gol tendangan jarak jauhnya. Gol Madrid sebelumnya dibukukan oleh Ronaldo, yang dibalas oleh Mario Mandzukic.
Ronaldo mencetak gol lagi setelah Casemiro, yang ditutup oleh Marco Asensio di saat laga memasuki masa injury time.
3. Berkat Tersembunyi Cedera Bale
|
Foto: REUTERS/John Sibley
|
Isco enam kali bermain untuk Madrid di Liga Champions, dengan sumbangan sebanyak satu gol. Dengan karakter berbeda dengan Bale yang mengandalkan kecepatan, Isco memberi warna lain dalam permainan Madrid.
Isco dicatat oleh Squawka mampu membuat enam kali peluang, mempunyai 50 persen akurasi tembakan, dan 91 persen akurasi operan.
Gol Isco juga didapat di saat yang penting, di pertandingan leg 2 semifinal saat Madrid kalah 1-2 dari Atletico Madrid.
4. Rotasi Pemain
|
Foto: Reuters / Paul Hanna
|
Media-media Spanyol pernah mengulas mengenai 'tim A' dan 'tim B' Madrid ini. Zidane sendiri tak pernah membenarkan bahwa dirinya memiliki tim A dan tim B. Dia cuma membeberkan kesepakatan dengan Ronaldo untuk memberi waktu istirahat lebih lama.
Kebijakan Zidane itu berbuah manis untuk Madrid dengan raihan gelar ganda usai memenangi Liga Champions ditambah gelar juara Liga Spanyol.
5. Marco Asensio Pencetak Gol Terakhir Madrid Musim 2016/2017
|
Foto: Reuters / Carl Recine
|
Tanda-tanda bahwa musim Asensio bakal berjalan sangat bagus sudah terlihat di pertandingan pertamanya di Piala Super Eropa.
Madrid memetik kemenangan 3-2 atas Sevilla, Asensio menjadi pencetak gol pertama dalam pertandingan itu.
Saat laga final Liga Champions, Asensio menjadi pemain pengganti. Dia masuk menggantikan Isco pada menit 82. Saat pertandingan memasuki masa injury time, Marcelo bisa menusuk sisi kanan pertahanan Juve, dia lalu mengirim umpan tarik yang bisa diselesaikan oleh Asensio.
Asensio memastikan Madrid menang dengan skor 4-1, sekaligus menjadi pencetak gol terakhir Madrid di musim ini.
6. Bayern yang Merepotkan
|
Foto: Reuters
|
Madrid mengantongi keunggulan agregrat 2-1 menjelang pertandingan leg 2 perempatfinal. Dalam pertandingan di Santiago Bernabeu, Madrid tertinggal 1-2 saat laga menyelesaikan waktu normal 90 menit.
Di babak tambahan, Madrid mampu menambah dua gol lagi. Untuk memastikan satu tempat di babak empat besar. Dalam laga itu, Ronaldo mencetak hat-trick. Satu gol Madrid lainnya dicetak oleh Marco Asensio.
7. Atletico Satu-satunya Lawan yang Menaklukkan Madrid
|
Foto: Reuters / Sergio Perez Livepic
|
Madrid sudah unggul tiga gol saat laga leg 1 semifinal berkat hat-trick, Cristiano Ronaldo. Atletico yang mengejar defisit gol langsung tampil menggebrak saat melakoni pertandingan di Vicente Calderon pada 10 Mei lalu.
Saul Niguez dan Antoine Griezmann yang menjadi pencetak gol Madrid. Yang dibalas sekali oleh Isco. Kekalahan ini mengakhiri laju tak terkalahkan Madrid dalam 11 pertandingan Liga Champions musim ini.
8. Benzema yang Menghipnotis Vicente Calderon
|
Foto: Reuters / Sergio Perez
|
El Real sedang dalam kondisi terjepit dalam pertandingan yang berlangsung di Vicente Calderon pada 10 Mei lalu, dengan ketinggalan dua gol. Mereka pun tinggal unggul agregrat 3-2 saat pertandingan masih berjalan 16 menit.
Saat pertandingan memasuki menit 40, Benzema yang menguasai bola disisi sayap kiri, mendapatkan pengawalan ketat dari tiga pemain belakang Los Colchoneros.
Benzema bisa melakukan dribbling dengan baik, lalu mengirimkan umpan tarik. Bolanya disambar oleh Toni Kroos, tapi masih bisa ditepis Jan Oblak. Bola rebound disambar Isco masuk ke gawang.
9. Penyelamatan-Penyelamatan Keylor Navas
|
Foto: Reuters / John Sibley
|
Menepis peluang Miralem Pjanic di awal-awal pertandingan merupakan salah satu aksi Navas menyelamatkan gawang Madrid. Dia dicatat oleh Soccernet mampu membukukan sebanyak tiga save di laga final.
Secara keseluruhan, Navas mampu melakukan 33 kali save dalam 12 pertandingan di Liga Champions. Rata-rata penyelamatannya dalam setiap pertandingan ada di angka 1,88.
Halaman 2 dari 10











































