RB Leipzig, yang baru berdiri delapan tahun lalu, berhak menjadi debutan di fase grup Liga Champions berkat performa impresifnya musim lalu. Tampil mengejutkan di Bundesliga, Die Bullen berhasil finis kedua di Bundesliga 2016/2017.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dibandingkan RB Leipzig, jalan Qarabag menuju fase grup Liga Champions musim ini jauh lebih berliku. Jawara Liga Azerbaijan selama empat musim terakhir itu harus melewati sejumlah tantangan untuk bisa sampai ke tempatnya sekarang.
Sebagai kampiun di liganya, Qarabag cuma berhak dapat tiket ke fase kedua kualifikasi Liga Champions (dari total tiga fase kualifikasi yang ada). Secara keseluruhan, ada tiga fase yang harus dilewati klub yang berusia 66 tahun itu.
Qarabag pertama-tama melibas Samtredia dari Georgia dengan agregat 6-0. Setelah itu wakil Moldova Sheriff Tiraspol yang disingkirkan dengan agregat 2-1.
Qarabag membutuhkan keuntungan bikin gol tandang atas FC Copenhagen (Denmark), saat berimbang agregat 2-2, untuk melewati playoff yang menjadi fase terakhir menuju putaran utama Liga Champions musim ini.
Baca juga: Hasil Play-off Liga Champions |
Keberhasilan Qarabag tersebut bukan cuma membuat mereka menjadi satu dari dua debutan fase grup Liga Champions melainkan juga wakil Azerbaijan pertama yang tampil di fase grup ajang tersebut.
Kini RB Leipzig dan Qarabag akan menanti siapa saja yang akan jadi lawan mereka dalam petualangan perdana di fase grup Liga Champions, dengan proses pengundian dilakukan Kamis (24/8/2017) malam WIB.
Baca juga: Inilah 32 Tim di Fase Grup Liga Champions |
UEFA.com mencatat bahwa RB Leipzig dan Qarabag sama-sama berada di Pot 4, pot non-unggulan, dalam pengundian nanti. Sebagai catatan, keduanya juga punya koefisien paling rendah di antara tim-tim lain di babak ini; Qarabag 18.050 dan RB Leipzig 15.899.
(krs/mrp)











































