Dalam empat musim terakhir, Los Colchoneros mampu tampil impresif di kompetisi itu. Atletico sukses melaju ke final pada 2013-14 dan 2015-16, sekalipun dipaksa tunduk oleh rival sekotanya Real Madrid.
Pada musim lalu, Madrid kembali menjadi momok Atletico. Antoine Griezmann dkk. dihentikan Madrid di semifinal usai menyerah dengan agregat 2-4.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ada banyak hal yang lebih menyakitkan bagiku ketimbang malam di Lisbon (Atletico kalah di perpanjangan waktu). Ketika itu aku sulit tidur selama berminggu-minggu."
Di musim ini, Atletico dihadapkan pada tantangan yang berat sedari fase grup. Tergabung di Grup C, Atletico tergabung bersama AS Roma, Chelsea, dan Qarabag.
"Bermain di final-final itu adalah sesuatu yang patut dibanggakan dan memenangi salah satunya akan menjadi puncaknya. Kami kalah di satu menit dan di laga lainnya kalah dalam adu penalti melawan Madrid," pelatih Atletico Diego Simeone mengungkapkan.
"Hal itu telah memberi kami pengalaman dan kami memiliki banyak hasil bagus di Liga Champions. Kalau kami terus seperti ini, cepat atau lambat kami akan mencapainya."
Atletico akan membuka Liga Champions 2017-18 dengan melawat ke markas Roma pada Rabu (13/9/2017) dinihari WIB.
(rin/cas)











































