Menjamu Roma di Stamford Bridge, Kamis (19/10/2017) dinihari WIB, Conte memilih menerapkan formasi 3-5-2 dan menggeser David Luiz lebih ke depan untuk menjadi gelandang bertahan.
Percobaan itu dia lakukan karena The Blues kehilangan N'Golo Kante yang cedera saat memperkuat timnas Prancis. Upaya itu mulanya membuahkan hasil setelah Chelsea unggul 2-0 lebih dulu lewat gol Luiz (menit ke-11) dan Eden Hazard (37).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
[Gambas:Sportradar]
Tim tamu semakin oke di babak kedua ketika Conte menarik Luiz untuk memainkan Pedro Rodriguez, yang merupakan tipikal menyerang. Alhasil, Roma mampu berbalik unggul lewat dua gol Edin Dzeko.
Beruntung bagi Chelsea, Hazard bisa mencetak gol kedua di menit ke-75 untuk mengakhiri laga dengan skor 3-3. Hasil imbang ini diakui Conte sebagai sebuah kesalahan perubahan yang dia buat.
"Upaya yang dilakukan para pemain sudah maksimal dan saya berterima kasih kepada mereka. Kami kesulitan di babak pertama dan keputusan untuk mengubah sistem tidak berbuah hasil dan kami menanggungnya," kata Conte seperti dikutip Football Italia.
"Kami pada dasarnya berimprovisasi dan itu terlihat, seperti kami menderita di bawah tekanan Roma. Kami mencetak dua gol, tapi kami tidak merasakan kendali pertandingan," sambungnya.
"Saya harus bertanggung jawab karena keputusan saya mengubah sistem untuk mengatasi minimnya pilihan (pemain). Saya mengubah posisi David Luiz untuk memperkuat lini tengah dan saya rasa itu tidak berhasil, jujur saja," ungkap si manajer.
(cas/rin)











































