Undian Liga Champions musim ini menempatkan Spurs dengan dua lawan berat, yakni Real Madrid dan Borussia Dortmund. Satu tim lainnya adalah APOEL yang juga punya potensi merepotkan.
Secara pengalaman di kancah Eropa, Spurs bisa dibilang tertinggal dari Madrid dan Dortmund. Keduanya tak cuma lebih konsisten tampil di Liga Champions, melainkan juga pemegang gelar juara turnamen itu. Madrid sudah 12 kali juara, sementara Dortmund sekali memenanginya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nyatanya, musim ini anak-anak London utara tampil impresif. Spurs dipastikan finis sebagai juara grup dengan satu laga tersisa. Mengumpulkan nilai 13 dari lima partai, mereka takkan bisa disalip Madrid yang cuma berjarak tiga poin karena sudah unggul head-to-head.
Sebuah bukti bahwa Spurs sudah meningkatkan levelnya.
"Musim sebelumnya, kami menyaksikan undiannya dan berpikir: Oh, Monaco, Leverkusen, dan CSKA, dan kami berpikir kami punya kans untuk lolos ke babak berikutnya," ujar Pochettino dikutip Sky Sports.
"Lalu undian ini muncul, kami saling memandangi dan berpikir: Oke, kami akan bertarung dan tak mengatakan apapun. Dan lihatlah sekarang kami ada di posisi pertama, puncak klasemen."
"Perjalanannya sulit karena Real Madrid dan Borussia Dortmund serta APOEL memang selalu sulit. Tapi kami mencoba menikmatinya dan tampil kompetitif serta mencoba menang, itulah idenya di tiap pertandingan."
"Saya senang atas hasil ini, bisa memuncaki klasemen. Tapi kami menantikan untuk memainkan laga berikutnya," imbuhnya.
Pada pertandingan terakhir fase grup, Spurs akan menghadapi APOEL yang masih memperebutkan tiket transfer ke Liga Europa dengan Dortmund. (raw/krs)











































