Bermain di Stade Constant Vanden Stock, Kamis (23/11/2017) dinihari WIB, kedua tim berimbang tanpa gol di sepanjang babak pertama. Kebuntuan baru terpecah di awal babak kedua saat Robert Lewandowski membuka skor yang membawa Bayern di depan.
Hanya 12 menit kemudian, Anderlecht membalas melalui Sofianne Hanni untuk menyamakan kedudukan. Corentin Tolisso memastikan tim tamu mengantongi angka penuh usai mencetak gol kemenangan di menit 77.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Bayern Menang Tipis atas Anderlecht |
"Tim hampir tidak terlihat di babak pertama," sembur Heynckes di situs resmi Bayern. "Celah yang kami tinggalkan terlalu besar, kami terlalu sering kehilangan bola, operan-operan kami tidak karuan, kami membiarkan tiga atau empat peluang lawan tercipta."
"Kami kurang di banyak hal. Tentu saja saya kesal saat half-time. Satu-satunya hal baiknya adalah skornya tetap 0-0 saat jeda. Pujian untuk tim lawan. Anderlecht bermain berbeda dengan pelatih baru mereka. Mereka menjadi lebih banyak berlari dan lebih berani."
"Saya sudah memperingatkan tim saya sebelum pertandingan. Kami masih terlalu sembrono, Anda tidak bisa begitu sekarang ini seperti yang kita lihat selama 90 menit tadi."
Di balik penampilan buruk Bayern, Heynckes bisa merasa sedikit terhibur menyusul sebuah rekor yang mengiringi hasil positif ini. Pelatih berusia 72 tahun itu menjadi pelatih Jerman pertama yang membukukan delapan kemenangan beruntun di Liga Champions.
8 - Jupp #Heynckes (@FCBayernEN) is the first German coach to win 8 consecutive games in the @ChampionsLeague. Success.@FCBayernUS #RSCAFCB
β OptaFranz (@OptaFranz) November 22, 2017
Bayern, yang sudah lolos ke babak 16 besar, terus menjaga peluangnya menjuarai Grup B dengan hasil ini. Sampai matchday kelima, tim Bavaria ini mengoleksi 12 poin tertinggal tiga poin dari Paris St. Germain, yang akan dihadapi di matchday terakhir di Allianz Arena.
(rin/krs)











































