Sepanjang kariernya, bintang sepakbola Swedia itu pernah merumput di liga-liga top macam Belanda, Italia, Spanyol, Prancis, dan Inggris. Di klub-klub yang dibelanya, Ibra selalu berprestasi.
Sayangnya, belum ada medali juara Liga Champions di lemari piala Ibrahimovic. Laju terjauh Ibrahimovic di kompetisi itu adalah semifinal 2010 bersama Barcelona, namun kemudian dihentikan bekas klubnya Inter Milan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tentu saja, memenangi Liga Champions akan berarti sangat penting," kata Ibrahimovic di Telegraph. "Itu adalah salah satu target, setiap musimnya."
"Tapi melihat secara keseluruhan, kalau aku bisa menukar satu trofi Liga Champions untuk seluruh 33 trofiku, tidak ah. Bagaimana caraku memandangnya adalah jangka panjang. Apa yang Anda capai dalam waktu yang lama," terang dia.
"Aku melihat banyak pemain yang telah memenangi Liga Champions lalu tidak ada lagi. Kemudian Anda bisa mengatakannya dalam cara yang berbeda -- dia memenanginya karena beruntung, atau karena timnya bagus. Tapi aku selalu juara di setiap musim."
"Aku tidak tahu siapa yang harus dibandingkan. Katakanlah para pemain di sebuah klub seperti, (Steven) Gerrard (di Liverpool), dengan seluruh hormatku. Dia memang telah memenangi Liga Champions tapi tidak Premier League. Kalau Anda bertanya kepada dia apa yang dia lebih ingin menangi, kupikir dia akan bilang Premier League. Jadi dalam jangka panjang, ini semua tentang apa yang sudah Anda capai," ungkap Ibra.
Ibrahimovic menandai laga pertamanya di Liga Champions 2017/18 dengan masuk sebagai pemain pengganti dalam kekalahan MU di kandang Basel. Momen itu mengukir rekor bagi Ibra sebagai pemain pertama yang bermain untuk tujuh klub berbeda (Ajax, Juventus, Inter, Barcelona, AC Milan, dan Paris Saint-Germain).
(rin/raw)











































