Lolos sebagai juara grup, Liverpool sebenarnya mendapat keuntungan ketika mereka akan jadi tuan rumah di leg pertama. Berpotensi menghadapi raksasa seperti Juventus, Bayern Munich, atau Real Madrid, Liverpool lantas "hanya" bertemu Porto.
Sebagai runner-up Grup G, Porto harus menjadi tuan rumah dulu di Estadio Do Dragao sebelum bertandang ke Anfield. Porto jelas jadi underdog mengingat Liverpool adalah lima kali juara di kompetisi ini dan punya lini depan yang luar biasa tajam, 23 gol, hanya kalah dari Paris St-Germain.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lalu saat Liverpool jadi juara Piala UEFA 2000/2001, salah satunya menyingkirkan Porto di perempatfinal dengan dua kali menang 4-0.
Klub-klub Portugal sendiri tak asing dihadapi Liverpool di kompetisi Eropa karena mereka sudah 18 kali bertemu dengan catatan delapan kemenangan, lima seri, dan lima kali kalah.
Tapi patut diingat bahwa dalam sepuluh pertemuan terakhirnya kontra tim-tim Portugal, Liverpool cuma menang dua kali, imbang empat kali, dan kalah empat kali. Sesuatu yang wajib diwaspadai oleh kubu Merseyside merah.
"Senang rasanya kami sudah mengetahuinya. Hari Rabu kemari, ketika kami tahu masih ada di kompetisi ini, itu adalah mimpi terbesar kami: kami tidak peduli siapapun lawan kami," ujar manajer Juergen Klopp di situs resmi klub.
"Tentu saja lawannya adalah tim kuat. Porto adalah tim kuat, peringkat pertama di Liga Portugal dan selalu tampil oke," sambungnya.
"Musim ini mereka lawan yang sulit. Mereka mampu lolos dari grup yang sulit: mereka menyingkirkan Leipzig - klub yang sangat bagus di Jerman -. Ini sangat menarik."
"Bagus jika kami pertama main di Porto, cuaca di sana lebih baik pada bulan Februari! Lalu kami menjamu mereka di Anfield bulan Maret. Kami tak sabar menantikannya," tutupnya.
(mrp/krs)










































