Bianconeri telah mengukir sejarah setelah merebut Scudetto keenam berturut-turut pada 2016/17. Juve mematahkan rekor juara terpanjang sebelumnya yang pernah dicapai Torino dan Inter Milan.
Meski begitu, Juve bisa dikatakan belum benar-benar unjuk kekuatan di Eropa. Dua kali maju ke final Liga Champions, dua kali pula Juve kandas usai dikalahkan Barcelona 1-3 pada 2014/15 dan dibenamkan Real Madrid 1-4 di 2016/17.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Halaman sejarah sudah ditulis, sekarang pandangan mesti diperlebar," ucap Presiden Juventus Andrea Agnelli dalam pesta Natal Juventus yang dilansir Football Italia. "Kita akan tetap fokus, tapi mau tak mau terkadang saya melihat ke belakang dengan rasa bangga ketika memikirkan apa yang sudah kita capai dalam beberapa tahun terakhir, memikirkan enam titel juara liga beruntun."
"Memikirkan tentang apa yang sudah dilakukan para pemain begitu luar biasa, dan begitulah seharusnya. Mereka sudah menuliskan sejarah sepakbola."
"Kita memiliki beban yang begitu berat, kita tahu itu. Dan kita tahu bahwa target kita harus diperbesar: Eropa, adalah yang kami tuju. Musim ini kami tahu itu (Liga Champions) adalah sebuah target, sedangkan tahun-tahun sebelumnya dimulai sebagai sebuah mimpi. Tapi kami tahu bahwa kami memiliki dimensi sendiri di Eropa."
(rin/krs)











































