Napoli Seperti Setengah Hati Main di Eropa

Napoli Seperti Setengah Hati Main di Eropa

Mohammad Resha Pratama - Sepakbola
Jumat, 16 Feb 2018 17:54 WIB
Napoli Seperti Setengah Hati Main di Eropa
Napoli terancam tersingkir dari Liga Europa 1718 (Francesco Pecoraro/Getty Images)
Naples - Performa Napoli di Serie A dan kompetisi Eropa musim bak dua sisi mata uang. Apakah Il Partenopei memang cuma serius mengejar Scudetto?

Napoli musim ini membuktikan bahwa mereka pesaing serius Juventus dalam mengejar gelar juara liga. Hingga 24 pekan berlalu, Napoli masih memuncaki klasemen dengan 63 poin, unggul satu angka dari Juve di posisi kedua.

Baru kalah sekali, performa Napoli di Serie A menuai pujian dan Maurizio Sarri sebagai pelatih dianggap mampu memaksimalkan kekuatan skuatnya musim ini. Apalagi Napoli relatif tak banyak mendatangkan pemain di bursa transfer.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tapi, cela tetap ada untuk Napoli terkait performa mereka di kompetisi Eropa. Di ajang Liga Champions, Napoli tersingkir di fase grup di saat Juve dan AS Roma mampu melaju ke fase gugur.

Turun ke Liga Europa, peruntungan Napoli belum juga berubah. Di babak 32 besar, Napoli terancam juga angkat koper lebih dini usai kalah 1-3 dari RB Leipzig di leg pertama dinihari WIB tadi.

Wajar jika sorotan sekarang mengarah kepada Napoli yang dianggap tidak fokus seratus persen ke Liga Europa. Ini semua karena misi utama mereka adalah jadi juara Italia.

Tak cuma di Liga Europa, Napoli bahkan sudah melepas kompetisi lokal lainnya yakni Coppa Italia setelah mereka tersingkir di babak perempatfinal oleh Torino.

"Kami tidak tampil seperti yang seharusnya. Saya rasa tim ini memang kurang matang karena kami tidak mampu bermain dengan semangat yang sama di semua kompetisi. Saya merasakan itu sepanjang musim ini dan malam ini adalah buktinya," ujar Sarri seperti dilansir Soccerway.

"Jika kami tidak fokus ke sana, maka kami akan jadi tim yang sangat buruk. Saya harap kekalahan ini tidak mempengaruhi moral para pemain. Kami dua kali bermain luar biasa saat menghadapi City musim ini dan setelah itu kami menurun di laga liga, yang mana saya pikir itu karena kami tidak punya mentalitas tim besar untuk bisa mengatasi tekanan di liga," sambung Sarri.

"Tentu saja misi utama kami adalah menjuarai liga, tapi kami juga harus sadar ketika bermain di Eropa, kami harus tampil bagus agar tidak membuat tim ini terlihat bodoh. Malam ini saya sadar bahwa kami harus melewati jalan panjang untuk jadi tim top," tutup Sarri.


(mrp/yna)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads