Bayern belum pernah lagi bisa sampai ke final Liga Champions semenjak musim 2012/2013, ketika sekaligus menjuarainya berkat kemenangan 2-1 atas rival Bundesliga Borussia Dortmund.
Semenjak itu, langkah Bayern sudah tiga kali terhenti di semifinal dan satu kali di babak perempatfinal. Seluruhnya dialami ketika menghadapi tim-tim Spanyol.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara pada semifinal musim 2015/2016, Bayern disingkirkan Atletico Madrid (2-2) yang punya keunggulan gol tandang. Sedangkan musim lalu Bayern kandas di tangan Real Madrid dengan agregat 3-6 di babak delapan besar.
Menariknya, hasil pengundian babak perempatfinal Liga Champions musim ini kembali menghadapkan Bayern dengan wakil Spanyol lain yakni Sevilla. Leg pertama dimainkan di markas Sevilla pada 3 April dan Bayern gantian jadi tuan rumah pada tanggal 11 April.
Menilik kecenderungan tersebut Bayern patut makin mewaspadai Sevilla yang maju ke perempatfinal setelah menyingkirkan Manchester United, yang saat itu lebih diunggulkan di atas kertas.
"Saya menilai mereka jauh lebih tangguh ketimbang yang dibayangkan banyak orang. Mereka punya kualitas dan ada atmosfer tersendiri saat main di kandang. Itu faktor yang menjadi tantangan besar buat kami," kata bek Bayern Mats Hummels di FCBayern.com.
"Ini takkan mudah. Sevilla merupakan tim tangguh yang sarat kualitas, terutama di lini tengah. Pemain sayap mereka punya kecepatan dan para penyerangnya berbahaya. Musim ini mereka senantiasa main bagus di babak kedua pertandingannya, secara khusus di markas Manchester United. Atmosfer stadion mereka pun brutal sekali, dengan fans yang luar biasa bising. Di kandang, Sevilla memainkan gaya agresif penuh tekanan. Kami harus berusaha sekuat tenaga," ujar Javi Martinez mengamini.
(krs/cas)










































