Madrid memang sempat tampil tak konsisten meraih kemenangan sampai awal paruh musim kedua. Memasuki bulan Februari, Madrid mulai tancap gas dengan merebut sembilan kemenangan, satu imbang, dan satu kekalahan di seluruh ajang.
Posisi Madrid di La Liga pun mulai membaik dan naik ke posisi ketiga untuk memangkas jarak menjadi 15 poin dengan Barcelona di puncak klasemen dan empat angka dengan Atletico Madrid. Pencapaian oke Madrid juga terjadi di Liga Champions.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di sisi lain, City tampil begitu menjanjikan di musim kedua Josep Guardiola. Tidak hanya teramat perkasa di Premier League, the Citizens baru tiga kali kalah di seluruh kompetisi musim ini.
Sergio Aguero dkk. finis sebagai juara grup dengan menelan satu kekalahan saja dan tanpa kendala berarti untuk menembus perempatfinal. City menyingkirkan Basel dengan agregat 5-2, setelah menang 4-0 di leg pertama.
Baca juga: Juventus Diyakini Bisa Mengatasi Real Madrid |
Alonso pernah membantu Madrid menjuarai Liga Champions ke-10 pada 2013/14. Perbedaan pengalaman Madrid dengan City bisa menjadi faktor yang memengaruhi.
"Mereka (Madrid) selalu favorit untuk segalanya, terlebih lagi di Liga Champions. Saya senang karena mereka sudah mendapatkan kembali level yang mereka harapkan," kata Alonso seperti dikutip dari Marca.
"Mereka lebih difavoritkan daripada Manchester City, karena City belum memenangkan apapun," sambung mantan pemain Madrid itu.
Madrid akan bertemu Juventus di perempatfinal, yang menjadi ulangan final Liga Champions musim lalu. Sedangkan City akan berjumpa sesama wakil Inggris, Liverpool untuk mendapatkan satu tempat di semifinal.
(ran/ran)











































