Melakoni laga Grup G di Luzhniki, Rabu (3/10/2018) dinihari WIB, Madrid tumbang 0-1 di tangan CSKA. Nikolai Vlasic menentukan kemenangan tim tuan rumah berkat gol kilat di menit kedua.
Bagi Madrid, kekalahan ini membuatnya turun ke posisi kedua klasemen grup usai mengoleksi tiga poin, sama dengan AS Roma di posisi ketiga. Sang juara bertahan tertinggal satu poin dari CSKA yang kini menempati posisi teratas dengan empat poin.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hasil ini menandai bahwa Madrid juga puasa gol di tiga pertandingan terakhir di seluruh kompetisi. Opta mencatat, periode ini baru pertama kali terjadi sejak Januari 2007 di bawah asuhan Fabio Capello.
Ketika itu, Madrid memulai musim dengan buruk. Periode seret gol Los Blancos dimulai dengan kekalahan 0-3 melawan Recreativo Huelva pada 20 Desember, laga terakhir di 2006.
Baca juga: Modric: Madrid Tidak Krisis Kok |
Awal tahun baru berjalan lebih buruk untuk Madrid. Raul cs kembali kalah usai tumbang 0-2 di kandang Deportivo La Coruna, sebelum bermain seri tanpa gol kontra Real Betis di Copa del Rey.
CSKA sukses membuat Madrid frustrasi selama pertandingan. Pasukan Julen Lopetegui itu tercatat melepaskan 26 tembakan. Jumlah tembakan terbanyak Madrid tanpa mencetak gol di sebuah laga Liga Champions sejak awal 2003/04.
Hanya empat percobaan Madrid yang mengarah ke gawang. Sedangkan CSKA membuat delapan percobaan sepanjang pertandingan, yang tiga di antaranya mengarah ke gawang dengan hasil satu gol.
Simak Juga 'Kalah dari CSKA Moskow, Madrid: Kami Kurang Beruntung':
(rin/rin)











































