sepakbola
Follow detikSport Follow Linkedin
Rabu, 07 Nov 2018 14:51 WIB

Melewati 'Lorong Neraka' di Red Star Stadium

Doni Wahyudi - detikSport
Lorong pemain di Red Star Stadium (Michael Steele/Getty Images) Lorong pemain di Red Star Stadium (Michael Steele/Getty Images)
Jakarta - Tak ada kemewahan Liga Champions dirasakan Liverpool saat berjalan menuju lapangan Red Star Stadium. Lorong pemain itu lebih mirip wilayah kumuh tak bertuan, atau semacam rumah berhantu.

Red Star Stadium, atau kini dikenal juga dengan Rajko Mitic Stadium, bukan salah satu stadion terbaik di Eropa. Berkapasitas 55.538 penonton, venue tersebut juga tak punya sejarah mengilat, yang membuatnya akan banyak disebut-sebut dalam perbincangan-perbincangan gegap gempita sepakbola Benua Biru.

Tapi klub manapun yang pernah menjadi tamu Red Star Belgrade pasti tahu kalau stadion tersebut mungkin menjadi venue paling intimidatif di seluruh Eropa. Bukan cuma karena Red Star punya suporter simpatik, tapi karena lorong yang menghubungkan ruang ganti dengan lapangan.








Bertolak belakang dengan kesan mewah atau modern yang terlihat di klub-klub Eropa lain, lorong pemain di Rajko Mitic Stadium justru seperti sengaja dibuat tak terurus. Lorong pemain itu lebih mirip gang sempit di wilayah pinggiran, yang membuat siapapun yang melewatinya jadi merasa waswas.

Dengan cat dasar putih suram, lorong pemain itu punya dinding kotor. Berbagai grafiti dibuat menggunakan cat semprot terpampang di kanan dan kiri. Pada satu bagian grafiti itu hanya muncul satu-dua buah saja dalam bentuk teks-teks. Sementara di bagian yang lain memenuhi tembok bertumpuk-tumpuk dengan warna merah tua yang makin menguatkan kesan kotor dan kumuh.

Kesan intimidatif makin terasa karena lorong sempit itu juga dijaga oleh polisi antihuru-hara dalam jumlah yang banyak. Berpakaian lengkap menggunakan tameng dan juga helm, mereka berdiri di beberapa titik sampai menuju pintu keluar.








Dikutip dari Telegraph, dari ruang ganti sampai menginjakkan kaki ke rumput stadion, butuh lebih dari satu menit jalan kaki melewati 'lorong neraka' itu. Suasana makin mencekam karena gemuruh teriakan suporter tuan rumah bergema hebat di dalam. Sekali dua kali suara ledakan petasan bisa jadi kejutan tak menyenangkan buat siapa saja yang sedang berjalan melaluinya.

Gaya intimidasi Red Star ini terbilang sukses. Dari 45 pertandingan terakhir di semua kompetisi, Red Star cuma kalah sekali. Itu terjadi saat menjamu Arsenal di Oktober 2017.


Saksikan juga video 'Cetak Gol atas Liverpool Bikin Pavkov Susah Tidur':

[Gambas:Video 20detik]

(din/cas)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed