sepakbola
Follow detikSport Follow Linkedin
Rabu, 28 Nov 2018 08:44 WIB

Kesal Bukan Main Di Francesco terhadap Roma

Rifqi Ardita Widianto - detikSport
AS Roma kalah 0-2 dari Real Madrid di matchday lima Liga Champions. (Foto: Paolo Bruno/Getty Images)
Jakarta - AS Roma menelan kekalahan setelah tampil baik di babak pertama kontra Real Madrid. Eusebio Di Francesco kesal bukan main dengan sikap para pemainnya.

Roma kalah 0-2 dari Madrid di Olimpico, Rabu (28/11/2018) dinihari WIB di matchday lima Liga Champions. Hasil ini memang tak menghambat Roma untuk lolos, karena sudah dipastikan melaju setelah CSKA Moskow kalah dari Viktoria Plzen.




Namun bagi Roma, kekalahan ini berarti hasil negatif lainnya setelah akhir pekan kemarin tumbang di markas Udinese di Serie A. Dengan ini, Roma cuma memetik tiga kemenangan, dua kali berimbang, dan tiga kali kalah dalam delapan laga terakhirnya.

Kekalahan Roma tak terlepas dari kesalahan individu. Gol pertama Madrid yang dicetak Gareth Bale tercipta berkat serangkaian eror, di antaranya sapuan yang kurang sempurna dari kiper Robin Olsen dan backpass ceroboh dari Federico Fazio.

Sementara pada gol kedua, kegagalan mengantisipasi umpan lambung menyusul tendangan sepak pojok jadi petaka. Lucas Vazquez berdiri bebas di depan gawang untuk mencocor bola hasil sundulan Karim Benzema.




Kesalahan-kesalahan ini diakui Di Francesco menyebalkan, tapi jadi terasa lebih menyebalkan karena para pemain Roma langsung hilang akal usai kebobolan. Padahal mereka tampil baik di babak pertama.

Roma punya sejumlah peluang bagus di babak pertama, lewat Patrik Shick dan Cengiz Under. Under bahkan tinggal menghadapi gawang kosong dari jarak dekat, meski tendangannya pada akhirnya melesat ke angkasa.

"Terlepas dari kesalahan-kesalahan individu, hari ini kami turun ke lapangan dengan tim yang sangat muda, yang kehilangan para pemain kunci, dan kami bermain dengan sikap bagus," ujar Di Francesco dikutip Football Italia.

"Meski demikian, kami tak bisa melakukan kesalahan yang sama lagi dan lagi. Setiap kali kami kebobolan, kami kehilangan plot dan membiarkan kepala kami tertunduk. Itu bikin saya sangat marah hingga hampir tak bisa menjelaskan."




"Kalau Anda sempat bermain sedemikian baiknya melawan Real Madrid, Anda tak bisa melepaskan segalanya begitu saja ketika ada kemunduran. Kalau Anda lihat, kesalahan besar pertama adalah dari Fazio, yang bukan lagi seorang anak-anak," sambungnya.

"Sejumlah pemain kami yang lebih berpengalaman juga membuat kesalahan. Sementara pemain yang lebih muda begitu bersemangat sehingga terkadang mereka bisa membuat keputusan yang keliru ketika tinggal menghadapi gawang."

"Yang benar-benar mengesalkan untuk saya adalah kami kebobolan dua gol dalam serangan balik dari sisi kami sendiri. Itu adalah sesuatu yang membunuh Anda di sepakbola. Kami tak bisa membuat kesalahan semacam itu," tandas mantan pelatih Sassuolo ini. (raw/rin)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksepakbola.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com