Pada matchday 6, Inter bersaing dengan Tottenham untuk memperebutkan satu tiket tersisa ke babak 16 besar dari Grup B. Inter harus mendapat hasil yang lebih baik daripada Tottenham untuk maju ke fase knockout.
Tottenham menghadapi tantangan berat dengan menghadapi Barcelona di Camp Nou, Rabu (12/12) dini hari WIB. Pada akhirnya, Tottenham yang nyaris tertinggal di sepanjang laga memaksakan hasil imbang 1-1.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Inter Tak Mampu Melawan Ketegangan |
Inter malah sempat kebobolan lebih dulu usai Hirving Lozano menjebol gawang Samir Handanovic di menit ke-13. Nerazzurri baru bisa menyamakan skor lewat Mauro Icardi di menit ke-73. Di sisa waktu pertandingan, Inter tak mampu menciptakan gol kedua.
Dengan demikian, Inter harus puas finis ketiga dan terlempar ke Liga Europa. Meski sama-sama punya delapan poin, Inter kalah head-to-head gol tandang dengan tim London Utara itu.
Baca juga: Inter Patah Hati |
"Ada kepahitan dan kekecewaan, karena kami sudah punya segalanya untuk lolos, tapi tetap saja ..." kata gelandang Inter Borja Valero kepada Sky Sport Italia.
"Setelah tertinggal 0-1, kami terlalu kalang kabut dan begitu sering salah mengoper, kesalahan yang harusnya mudah dihindari. Perlahan kami nyetel ke pertandingan dan menekan sampai akhir, tapi tidak bisa lolos."
"Kami tahu kami harus menang dan di saat-saat seperti ini bisa tak sesuai dengan keinginan, karena kami terlalu buru-buru dan tidak mengendalikan permainan," lanjutnya.
"Secara fisik, kami tidak bisa menyaingi tim seperti PSV. Sebaliknya, kami harus mencoba mengancam lewat umpan silang. Gol yang bersarang ke gawang kami pada akhirnya membuat kami tidak lolos," kata Valero.
Baca juga: Si Ular Besar Tak Berbisa di Meazza |











































