sepakbola
Follow detikSport Follow Linkedin
Sabtu, 16 Mar 2019 11:18 WIB

Liga Champions Bakal Jadi Barometer Kesuksesan Guardiola di City

Novitasari Dewi Salusi - detikSport
Pep Guardiola sadar kesuksesannya di Manchester City akan bergantung kepada gelar Liga Champions (Foto: Jan Kruger/Getty Images) Pep Guardiola sadar kesuksesannya di Manchester City akan bergantung kepada gelar Liga Champions (Foto: Jan Kruger/Getty Images)
Manchester - Pep Guardiola memasang standar tinggi untuk dirinya sendiri. Guardiola sadar betul gelar Liga Champions akan menentukan apakah ia sukses atau gagal di Manchester City.

Menangani City sejak 2016, Guardiola sudah mempersembahkan satu gelar Premier League pada musim lalu. Ia juga membawa City dua kali menjuarai Piala Liga Inggris.

Namun, mengingat kesuksesannya bersama Barcelona, Guardiola sadar gelar-gelar yang sudah ia persembahkan untuk City sejauh ini tidak akan cukup. Ia lantas membandingkan dengan era ketika melatih Bayern Munich.


Bayern yang dilatih Guardiola pada 2013-2016 selalu terhenti di semifinal Liga Champions. Guardiola pun dianggap gagal meski membawa Die Roten juara Bundesliga tiga kali dan memenangi DFB Pokal dua kali.

"Di Munich saya dinilai seperti itu, jadi di sini saya juga akan dinilai demikian. Periode saya di Munich tidak bagus untuk sebagian besar orang karena kami tidak sekali pun ke final. Kami ke semifinal, tapi tidak lolos ke final dan kami dihakimi," ujar Guardiola seperti dilansir Sky Sports.

"Jadi, saya orang yang beruntung. Standar saya tinggi. Saya harus mencapainya," katanya.

Guardiola sadar betul akan adanya ekspektasi tinggi terhadapnya. Meski demikian, manajer asal Spanyol itu masih percaya penilaian untuknya yang hanya didasarkan pada gelar Liga Champions itu tidak adil.


"Ketika saya bicara dengan bos, CEO, direktur olahraga, orang-orang di sini tahu dan mereka memberi kredit atas apa yang sudah kami lakukan dalam dua musim terakhir. Pada akhirnya, itulah yang terpenting," ucap Guardiola.

"Setelah itu, semua orang bisa menilai apakah ini sebuah bencana. Kalau kami tidak juara Liga Champions, kerja kami selama tiga musim, setiap tiga hari, adalah kegagalan atau bencana. Saya sepenuhnya tidak setuju, tapi saya bisa apa? Menerimanya dan move on."

"Yang penting adalah para pemain, klub, fans, dan orang-orang mengakui apakah kami konsisten dan rendah hati dan, di setiap laga, melakukan apa yang harus kami lakukan."

"Tapi saya harus menerimanya. Kami memenangi banyak hal di masa lalu dan itulah mengapa orang-orang percaya itu wajar. Tapi itu tidak wajar," katanya.

(nds/nds)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksepakbola.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com