sepakbola
Follow detikSport Follow Linkedin
Selasa, 16 Apr 2019 12:50 WIB

Solskjaer dan Keajaiban Man United di Camp Nou 20 Tahun Lalu

Doni Wahyudi - detikSport
Ole Gunnar Solskjaer mencetak gol penentu kemenangan Manchester United pada final Liga Champions 1999 yang dilangsungkan di Camp Nou (Getty Images) Ole Gunnar Solskjaer mencetak gol penentu kemenangan Manchester United pada final Liga Champions 1999 yang dilangsungkan di Camp Nou (Getty Images)
Jakarta - Sir Alex Ferguson menyebutnya dongeng. Tapi apa yang terjadi di Camp Nou 20 tahun lalu itu adalah kisah nyata, dengan Ole Gunnar Solskjaer jadi (salah satu) pemeran utama.

Final di musim 1998/1999 itu disebut-sebut sebagai salah satu final Liga Champions terbaik sepanjang sejarah. Manchester United menjadi juara setelah secara dramatis mengalahkan Bayern Munich dengan skor 2-1.

"Manchester United kembali dari kematian," tulis UEFA beberapa tahun setelah pertandingan tersebut.

Di Camp Nou ketika itu, MU lebih banyak dalam posisi tertinggal. Gol Mario Basler di menit 6 luar biasa sulit dibalas The Red Devils. MU malah nyaris dua kali kebobolan lagi setelahnya. Namun Peter Schmeichel tak harus memungut bola dari gawangnya karena tiang dan mistar gawang menghindarkan Bayern dari mencetak gol lebih banyak.



Sampai akhirnya Sir Alex Ferguson melakukan perubahan itu: Jesper Blomqvist digantikan Teddy Sheringham (menit 67) dan Andy Cole diganti Solskjaer (menit 81).

Pertandingan itu kemudian banyak diingat karena apa yang terjadi di tiga menit terakhir, di periode injury time.

Solskjaer mengantar Manchester United memenangi Liga Champions di tahun 1999Solskjaer mengantar Manchester United memenangi Liga Champions di tahun 1999 Foto: ERIC CABANIS / AFP


"Itu sungguh cerita dongeng, di hari ulang tahun Sir Matt Busby. Mungkin dia sedikit membantu kami. Saya tidak mengatakan apapun ke para pemain. Yang saya lakukan hanya memeluk dan mencium mereka. Mereka tahu perasaan saya, mereka tahu apa yang saya rasakan ke mereka," kata Sir Alex saat itu.

Solskjaer yang Sulit Tidur Hari Itu

Malam itu Mancheter United tampil dengan duo lini depan andalannya, Andy Cole dan Dwight York. Sudah tertinggal, MU benar-benar kesulitan menghadapi Bayern. MU belum menghasilkan tembakan tepat sasaran sampai menit 80.

Saat turun minum dalam keadaan tertinggal, Sir Alex merencanakan memainkan Sheringham di tengah babak kedua. "Di jeda babak, manajer berbicara singkat dengan Teddy Sheringham, mengatakan kalau dia akan memainkan Sheringham. Saya ada di belakang, berharap dia (Fergie) datang juga ke saya. Tapi ternyata tidak."



"Di babak kedua, saya hanya menunggu Fergie memberi tanda. Saya melakukan pemanasan dan melakukan lagi pemanasan, menunggu dan menunggu. Saya berpikir: 'Kenapa dia tak memainkan saya?'. Karena saya sudah mencetak gol sebagai pengganti saat berhadapan dengan Liverpool dan Nothhingham Forest (4 gol dalam 18 menit). Dan saya punya perasaan saya akan bisa melakukan sesuatu di malam itu," cerita Solskjaer atas apa yang terjadi di ruang ganti dan bench MU malam itu.

Dalam kisahnya, sperti dikutip dari Telegraph, Solskjaer mengaku kalau dia sebenarnya sulit tidur di jelang pertandingan. Rekan sekamarnya, Jaap Stam, mendengkur keras. Solskjaer lantas menelepon seorang perawat, teman dekatnya, di Norwegia.

"Dia bilang tidak akan bisa menyaksikan 30 menit terakhir pertandingan karena harus bekerja. Saya pastikan padanya, kalau akan ada orang yang mau menggantikan jam kerjanya. Saya katakan padanya: 'Ada hal besar akan terjadi'," kisah Solskjaer.

Solskjaer bermain tak sampai 15 menit ketika itu. Tapi firasatnya benar, dia melakukan hal besar. Dia memastikan MU menjadi juara Liga Champions dengan gol yang dilesakkan di menit akhir injury time.

Injury time belum genap berusia 90 menit saat Sheringham mencetak gol yang menyamakan kedudukan 1-1. Sekitar dua menit kemudian, Solskjaer berhasil memenangi tendangan penjuru, David Beckham mengambilnya, Sheringham membelokkan bola menggunakan kepala, dan ujung kaki Solskjaer mengarahkan bola ke dalam gawang.

Ole Gunnar Solskjaer untukn kali pertama sejak 1999 akan kembali ke Camp Nou Ole Gunnar Solskjaer untukn kali pertama sejak 1999 akan kembali ke Camp Nou Foto: Andrew Boyers/Action Images via Reuters


Solskjaer Kembali ke Camp Nou, Menghadapi Barcelona

"Jika Anda melihat klip video final itu, Anda akan lihat semua pemain berlari ke Teddy, kecuali saya. Saya langsung lari ke tengah lapangan karena saya berkonsentrasi bermain setengah jam lagi di perpanjangan waktu di final Liga Champions."

"Itu (bermain di final Liga Champions) adalah sesuatu yang saya nikmati. Tapi saya malah mengacaukannya. Saya berada di sana, dan saya mencetak gol," ucap Solskjaer.

Malam nanti, untuk kali pertama setelah final 1999, Ole Gunnar Solskjaer akan kembali ke Camp Nou. Misinya tak mudah, dia harus mengantar Setan Merah membalikkan keadaan atas Barcelona setelah kalah 0-1 di Old Trafford.

Seperti yang terjadi 20 tahun lalu, peluang MU menang dan kemudian lolos tentu masih ada. Toh Paul Pogba dkk justru begitu perkasa di laga tandang Liga Champions musim ini. Mereka menang 2-1 di Juventus Stadium. Dan tentu saja comeback sensasional saat menang 3-1 atas Paris Saint Germain di babak 16 besar.

"Kami akan menggunakan laga dengan PSG, kemudian laga away Juventus (di babak grup). Kami telah mengalahkan banyak tim bagus dengan pemain-pemain hebat dalam pertandingan tandang tahun ini," kata Solskajaer saat ditanya soal memotivasi pemainnya untuk laga dengan Barcelona. (din/ran)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed