sepakbola
Follow detikSport Follow Linkedin
Kamis, 18 Apr 2019 16:54 WIB

Cerita Sissoko yang Tak Sadar Tottenham Singkirkan City

Okdwitya Karina Sari - detikSport
Gelandang Tottenham Moussa Sissoko tak sadar timnya menyingkirkan Manchester City untuk maju ke semifinal Liga Champions. (Foto: Phil Noble / Reuters) Gelandang Tottenham Moussa Sissoko tak sadar timnya menyingkirkan Manchester City untuk maju ke semifinal Liga Champions. (Foto: Phil Noble / Reuters)
Manchester - Ada cerita menggelitik di balik sukses Tottenham Hotspur maju ke semifinal Liga Champions. Gelandang Spurs Moussa Sissoko tak menyadari bahwa timnya lolos.

Tottenham berhasil menyingkirkan Manchester City meskipun menderita kekalahan 3-4 di leg II perempatfinal yang digelar di Stadion Etihad, Kamis (18/4/2019) dinihari WIB. Dengan agregat 4-4, Tottenham unggul produktivitas gol tandang usai menang 1-0 di leg I.

Pada pertandingan semalam, Sissoko cuma bermain 40 menit akibat cedera. Pesepakbola Prancis itu kemudian digantikan Fernando Llorente yang mencetak gol ketiga di menit ke-73, untuk membawa Spurs dalam posisi menguntungkan walau tertinggal 3-4.


Namun, di masa injury time Raheem Sterling menjebol gawang Hugo Lloris. Publik Manchester bergemuruh karena dengan skor 5-3, karena City akan lolos dengan agregat 5-4. Sissoko yang patah hati tak sanggup melihat kegembiraan tim tuan rumah.

Diberitakan Mirror, dari bench Sissoko langsung menuju ruang ganti, sendirian. Sissoko percaya bahwa sudah tersingkir. Padahal, wasit kemudian memeriksa gol itu melalui VAR sebelum menganulirnya karena Sergio Aguero dianggap offside saat membangun serangan. Pada prosesnya skor 4-3 bertahan sampai pertandingan berakhir.

Sissoko tak tahu Tottenham lolos sampai salah seorang staf mengabarkan hasil itu di ruang ganti. "Aku di bangku cadangan ketika aku melihat golnya yang mengubah skor menjadi 5-3," kata dia kepada L'Equippe.


"Aku sangat sedih jadi aku langsung menuju ruang ganti. Aku sendirian, tidak ada yang menemaniku, tidak ada layar televisi yang menyiarkan pertandingan itu. Di dalam pikiranku ya kami terliminasi," lanjut Sissoko.

"Kemudian seorang staf masuk ke ruang ganti dan bilang kepadaku: 'Luar biasa, kita berhasil!'

"Aku bilang: "Bagaimana kita melakukannya?' Saat itu, dia mengatakan kepadaku bahwa golnya dianulir. Jadi aku langsung mengenakan kaus, lupa kalau aku sedang cedera, dan aku berlari keluar untuk bergabung dengan yang lainnya, agar tidak melewatkan perayaan momen bersejarah itu. Itu adalah sebuah guncangan yang luar biasa dan emosional."

Tottenham akan berjumpa tim kejutan lainnya, Ajax Amsterdam, untuk memperebutkan tempat di final.

(rin/din)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksepakbola.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com