sepakbola
Follow detikSport Follow Linkedin
Jumat, 17 Mei 2019 12:43 WIB

Guardiola Tentang Perihnya Kandas di Liga Champions dan Pesannya ke Pemain

Rifqi Ardita Widianto - detikSport
Manchester City tersingkir di perempatfinal Liga Champions. (Foto: Shaun Botterill/Getty Images) Manchester City tersingkir di perempatfinal Liga Champions. (Foto: Shaun Botterill/Getty Images)
Jakarta - Manchester City bisa saja sedang memburu quadruple saat ini jika tak kandas di perempatfinal Liga Champions. Situasinya diakui berat saat itu.

City seperti diketahui terdepak di perempatfinal Liga Champions oleh Tottenham Hotspur. Usai kalah 0-1 di markas Tottenham, City menang 4-3 di Etihad pada leg kedua tapi tak cukup untuk lolos karena faktor gol tandang.

Sebenarnya City mencetak satu gol tambahan di masa injury time lewat Raheem Sterling, tapi dianulir lewat Video Assistant Referee (VAR) karena offside. Tottenham sendiri pada prosesnya berhasil melewati Ajax di semifinal dan akan menghadapi Liverpool di final.




Tersingkir di perempatfinal otomatis membuat mimpi City meraih Quadruple padam seketika. Saat itu mereka sudah mengantongi trofi Piala Liga Inggris dan masih aktif di dua kompetisi lainnya, Premier League dan Piala FA.

Dalam perjalanannya, titel Premier League berhasil dikunci dan Piala FA berpeluang diraih akhir pekan ini. Watford akan jadi lawan Sergio Aguero dkk di Wembley, Sabtu (18/5/2019) malam WIB.

Manajer City Pep Guardiola menceritakan bagaimana tersingkir dengan hanya kalah gol tandang begitu memukul timnya, apalagi mereka harus kembali menghadapi Tottenham tak sampai tiga hari setelah itu. Tapi sepahit-pahitnya kenyataan, harus dilalui juga.




"Ya, kali ini butuh sedikit waktu untuk memulihkan rasa sakitnya. Dua setengah hari kemudian kami menghadapi Spurs lagi di liga, itu berat," ujarnya dikutip BBC.

"Rasanya luar biasa bisa melihat 60 ribu fans menikmati kelolosan ke semifinal Liga Champions dan dalam sedetik Anda tersingkir. Anda melewati kegembiraan untuk merasakan kehancuran."

"Anda berpikir 'Tidak, ini tak mungkin terjadi. Ini tidak mungkin.' Saya juga tak bisa bilang ke pemain 'lupakan saja'. Saya bilang 'Rasakan sakitnya, itu bagus dan jalani situasi ini selama mungkin'. Kami harus menerimanya: terkadang Anda menang saat tak pantas mendapatkannya, kadang kalah. Begitulah hidup."




"Hidup tidaklah mudah, hidup tak berjalan selalu seperti yang Anda inginkan. Hal-hal seperti itu terjadi. Sepakbola itu emosi yang luar biasa, ketika Anda ada di momen harus berlari dan merayakan. Saya akan melakukannya lagi dan lagi. Bagaimana kami bereaksi, mengalahkan Tottenham, Manchester United, dan Burnley, tim ini luar biasa," imbuh Guardiola.

City masih berpeluang mengukir rekor, setidaknya, jika bisa memenangi Piala FA. Belum pernah ada tim Inggris meraih treble domestik. (raw/din)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksepakbola.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com