sepakbola
Follow detikSport Follow Linkedin
Rabu, 29 Apr 2020 10:04 WIB

Origi Ungkap Kunci Gol Sepak Pojok Kilat ke Gawang Barcelona

Putra Rusdi K - detikSport
LIVERPOOL, ENGLAND - MAY 07:  Divock Origi (27) scores his teams first goal during the UEFA Champions League Semi Final second leg match between Liverpool and Barcelona at Anfield on May 07, 2019 in Liverpool, England. (Photo by Clive Brunskill/Getty Images) Divock Origi mengungkapkan bagaimana proses gol sepak pojok kilat ke gawang Barcelona (Foto: Clive Brunskill/Getty Images)
Liverpool -

Kontak mata Divock Origi dengan Trent Alexander-Arnold menjadi kunci gol sepak pojok kilat ke gawang Barcelona. Origi paham bola akan dikirimkan dengan cepat.

Liverpool melakukan comeback dramatis saat menghadapi Barcelona di semifinal Liga Champions musim lalu. Kalah 0-3 pada leg pertama di Camp Nou, mereka secara luar biasa mampu membalikkan agregat pada leg kedua.

Bermain Anfield, Si Merah berhasil menang 4-0 dan berhak melaju ke final usai unggul agregat 4-3. Gol kemenangan Liverpool dibuat oleh Georginio Wijnaldum dan Divock Origi.

Origi menjadi pahlawan The Reds karena berhasil mencetak gol keempat tuan rumah. Gol penentu ini lahir dari sepak pojok cepat Trent Alexander-Arnold yang berhasil disambar oleh pemain asal Belgia tersebut.

Origi mengungkapkan golnya itu lahir berkat respon cepatnya usai melihat Alaxander-Arnold sesaat sebelum mengambil tendangan penjuru. Ia sudah paham rekannya tersebut akan memberikan umpan kilat.

"Ketika saya mengembalikan bola ke anak gawang, saya berjalan membelakanginya. Saya melihat pemain lain mengambil waktu untuk mencari posisi. Di saat itu, saya melihat siapa yang mengambil sudut," ujar Origi dikutip dari Dailymail.

"Merespon hal tersebut saya lalu menuju ke tiang dekat. Jadi ketika saya melihat, Saya bisa melihat Trent melihat ke atas, dan kami melkukan kontak mata singkat. Saya bisa melihat bahwa dia akan melakukan sesuatu secara naluriah."

"Jadi ketika dia mmengirim bola, saya hanya berusaha memastikan itu ada di sampingku. Saya mendongak sebelum melakukan tembakan.

"Terlihat Pique dan ter Stegen lebih condong berada di tengah dan sisi kiri terbuka. Jadi ini tembakan yang cukup sulit," jelasnya.

Usai menyungkurkan Barcelona, Liverpool harus berhadapa dengan Tottenham Hotspur di babak final. Saat jumpa Spurs Origi kembali mencetak gol dan mengantarkan Liverpool merengkuh trofi Si Kuping Besar berkat kemenangan 2-0.



Simak Video "Ini Handball Alexander-Arnold yang Jadi Kontroversi"
[Gambas:Video 20detik]
(pur/rin)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksepakbola.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com