sepakbola
Follow detikSport Follow Linkedin
Selasa, 11 Agu 2020 08:45 WIB

Leverkusen Kalah karena Kewalahan Redam Lukaku

Putra Rusdi K - detikSport
DUESSELDORF, GERMANY - AUGUST 10: Romelu Lukaku of Inter Milan shoots as he is put under pressure by Edmond Tapsoba and Exequiel Palacios of Bayer Leverkusen during the UEFA Europa League Quarter Final between FC Internazionale and Bayer 04 Leverkusen at Merkur Spiel-Arena on August 10, 2020 in Duesseldorf, Germany. (Photo by Dean Mouhtaropoulos/Getty Images) Bayer Leverkusen kesulitan untuk meredam Romelu Lukaku (Foto: Getty Images/Dean Mouhtaropoulos)
Duesseldorf -

Bayer Levekusen begitu kesulitan untuk meredam Romelu Lukaku. Hal tersebut menjadi sebab mereka harus takluk dari Inter Milan.

Leverkusen harus tersingkir dari Liga Europa usai kalah 1-2 dari Inter di Espirit Arena, Duesseldorf, Jerman, pada babak perempatfinal, Selasa (11/8/2020) dini hari WIB. Lukaku menjadi momok Die Werkself pada laga ini.

Dua gol Inter ke gawang Lukas Hradecky tak lepas dari kontribusi penyerang asal Belgia ini. Gol pertama yang diciptakan oleh Nicolo Barella pada menit ke-15 bermula dari bola liar sepakan Lukaku yang diblok oleh bek Leverkusen.



Gol kedua Inter di menit ke-21 lahir dari kaki Lukaku sendiri. Ia dengan baik melindungi bola di kotak penalti meski mendapat tekanan dari Edmond Tapsoba.

Dalam kondisi yang tak ideal karena terjatuh, Lukaku masih mampu menyontek bola ke gawang Hradecky. Leverkusen hanya mampu membalas lewat Kai Havertz empat menit berselang dari gol Lukaku.

Dikutip dari WhoScored, Lukaku mencatatkan enam kali percobaan tembakan sepanjang 90 menit. Ia juga empat kali memenangi duel udara.



Pelatih Leverkusen, Bosz mengakui bahwa anak asuhannya memang kesulitan untuk meredam Lukaku terutama di awal laga. Leverkusen sebenarnya sudah berusaha keras untuk bangkit.

Itu terlihat dengan mereka tampil dominan di sisa laga dengan mencatatkan 59 persen penguasaan bola. Namun, buruknya penyelesaian akhir membuat mereka tak bisa lepas dari kekalahan di laga ini.

"Kami kalah menghadapi lawan yang hebat. Kami tidak bermain bagus dalam 20 menit pertama laga," ujar Bosz dikutip dari Football Italia.

"Kami memiliki masalah dalam menghadapi Lukaku. Kemudian segalanya sempat membaik."

"Kami pikir kami akan membalikkan keadaan. Kami harusnya bisa melakukannya lebih baik dan itu jelas mengecewakan," jelas pria asal Belanda ini.



Simak Video "Digaji Rp 2,4 M Per Pekan di Chelsea, Sebagus Apa Kai Havertz?"
[Gambas:Video 20detik]
(pur/bay)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksepakbola.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com