Diego Carlos From Zero to Hero

Randy Prasatya - Sepakbola
Sabtu, 22 Agu 2020 04:41 WIB
COLOGNE, GERMANY - AUGUST 21: Diego Carlos of Sevilla  walks out to the pitch past the UEFA Europa League Trophy prior to the UEFA Europa League Final between Seville and FC Internazionale at RheinEnergieStadion on August 21, 2020 in Cologne, Germany. (Photo by Lars Baron/Getty Images)
Diego Carlos menjadi pahlawan Sevilla. (Foto: Getty Images/Lars Baron)
Cologne -

Diego Carlos menjadi penentu kemenangan Sevilla 3-2 setelah dua pelanggarannya berbuah gol untuk Inter Milan. Diego bak from zero to hero.

Final Liga Europa Sevilla vs Inter berlangsung di Stadion RheinEnergie, Sabtu (22/8/2020) dini hari WIB. Nerazzurri langsung dihadiahi penalti di menit keempat setelah Diego melanggar Romelu Lukaku. Striker asal Belgia itu maju sebagai eksekutor untuk membawa Inter memimpin 1-0.

Los Nervionenses berhasil berbalik unggul 2-1 setelah Luuk de Jong melesakkan sepasang gol lewat sundulan di menit ke-12 dan ke-33. Namun, keunggulan itu cuma bertahan tiga menit.

COLOGNE, GERMANY - AUGUST 21: Diego Carlos of Sevilla FC kicks the ball overhead leading to his team's third goal during the UEFA Europa League Final between Seville and FC Internazionale at RheinEnergieStadion on August 21, 2020 in Cologne, Germany. (Photo by Friedemann Vogel/Pool via Getty Images)Diego Carlos mencetak gol penentu untuk kemenangan Sevilla. Foto: Getty Images/Pool

Inter mendapat tendangan bebas setelah Diego melanggar Lukaku. Sepakan bebas yang diambil Marcelo Brozovic berhasil diteruskan menjadi gol lewat sundulan Diego Godin.

Gol kemenangan Sevilla baru hadir di menit ke-74. Diego, yang dua kali melanggar Lukaku hingga berbuah gol untuk Inter, mampu melesakkan gol lewat tendangan akrobatik. Bola tembakan Diego meluncur ke gawang Samir Handanovic setelah berbelok arah dengan mengenai kaki Lukaku.

Diego tak bisa menuntaskan laga sampai tuntas. Dia digantikan oleh Nemanja Gudelj di menit ke-86 karena cedera. Belum diketahui cedera apa yang menimpa bek asal Brasil itu, namun dia sempat menangis di bangku cadangan.

"Kami menang, saya mencetak gol dan istri saya hamil. Jadi ya, saya sangat senang," kata Diego seperti dikutip dari AS.

Gelar ini memantapkan Sevilla sebagai raja Liga Eropa. Klub asal Spanyol itu sudah menyabet gelar sebanyak enam kali.

Di sisi lain, Inter memperpanjang masa puasa gelar. Terakhir kali Inter merasakan mengangkat trofi saat menjadi juara Coppa Italia pada 2010/2011.

[Gambas:Instagram]






Simak Video "Prediksi AC Milan vs Inter Milan bersama Milanisti Indonesia dan Inter Club Indonesia"
[Gambas:Video 20detik]
(ran/raw)