sepakbola
Follow detikSport Follow Linkedin
Kamis, 26 Nov 2020 17:15 WIB

Liverpool Kalah, Klopp Tak Menyesal Rotasi Pemain

Mohammad Resha Pratama - detikSport
Liverpools manager Jurgen Klopp, centre, gestures with Liverpools Rhys Williams, right, following during the Champions League group D soccer match between Liverpool and Atalanta at Anfield stadium in Liverpool, England, Wednesday, Nov. 25, 2020. (AP Photo/Jon Super, Pool) Liverpool kalah bukan karena rotasi tim (AP/Jon Super)
Liverpool -

Kekalahan Liverpool dari Atalanta dinilai karena rotasi yang dilakukan Juergen Klopp. Namun, Klopp sama sekali tak menyesali keputusannya itu.

Liverpool yang butuh kemenangan untuk lolos ke babak 16 besar Liga Champions dilanda dilema. Mereka harus melawat ke Brighton & Holve Albion hari Sabtu nanti dengan waktu kickoff paling awal, pukul 12.30 waktu setempat atau 19.30 WIB.

Itu artinya Liverpoool cuma punya waktu istirahat kurang dari 72 jam. Dengan jadwal yang padat, Klopp mau tak mau harus melakukan rotasi untuk menjaga kondisi pemainnya.

Sehingga saat menjamu Atalanta di Anfield, Kamis (26/11/2020) dini hari WIB, Liverpool melakukan lima pergantian pemain dari susunan tim saat mengalahkan Leicester City 3-0.

Necho Williams, Rhys Williams, Kostas Tsimikas, dan Divock Origi masuk ke dalam tim. Sementara, Mohamed Salah kembali dimainkan usai aben karena virus corona.

Memasangkan Salah, Sadio Mane, dan Divock Origi di lini serang, Liverpool kesulitan menciptakan peluang sepanjang babak pertama. Mereka cuma melepas satu tembakan dan itu pun melenceng dari sasaran.

Sementara di babak kedua, ketika Diogo Jota dan Roberto Firmino dimasukkan, Liverpool tidak berubah dan malah kebobolan dua gol cepat lewat Josip Ilicic dan Hans Hateboer.

Liverpool kalah 0-2 dan gagal memastikan tiket lolos 16 besar lebih cepat. Maka dari itu wajar saja keputusan Klopp melakukan rotasi dipertanyakan. Tapi, manajer asal Jerman itu memberikan pembelaan.

"Kami membuat lima pergantian pemain. Sangat penting untuk kami melakukan itu. Memang akhirnya tidak bekerja dengan baik. Itu sudah jadi risikonya," ujar Klopp seperti dikutip The Argus.

"Anda tidak akan pernah tahu seperti apa hasilnya, dan sudah pasti, saya akan melakukannya lagi," sambungnya.

"Jika Anda tidak bisa melepaskan attempts on target, memang itu pertanda tidak bagus," tutup Juergen Klopp.

(mrp/bay)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksepakbola.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com