PSG Tak Terpengaruh Kegagalan di Final, Akan Mati-matian demi Juara

Okdwitya Karina Sari - Sepakbola
Selasa, 09 Mar 2021 13:45 WIB
Paris Saint-Germain berhasil menjadi juara Trophee des Champions usai mengalahkan Marseille 2-1 di Stade Bollaert-Delelis, Kamis (14/1/2021) dini hari WIB.
PSG siap mati-matian untuk juarai Liga Champions musim ini. (Foto: AP Photo)
Paris -

Paris St. Germain akan berjuang mati-matian demi juara Liga Champions musim ini. PSG tidak terpengaruh dengan kegagalan di final musim lalu.

Raksasa Prancis itu muncul sebagai pesaing sejak menjelma sebagai klub kaya raya yang mampu membeli pemain-pemain top. Akan tetapi, kiprah PSG tidak cukup meyakinkan usai empat kali terhenti di perempatfinal dan tiga kali kandas di babak 16 besar.

Barulah pada musim 2019/20, Les Parisiens berhasil mencapai final sekalipun harus puas menjadi runner-up usai ditekuk Bayern Munich 0-1.

Di musim ini, PSG unjuk kekuatan setelah menghabisi Barcelona 4-1 di Camp Nou dalam pertandingan leg pertama babak 16 besar. Dengan demikian, Kylian Mbappe cs sudah satu kaki di babak berikutnya karena hanya membutuhkan minimal hasil imbang saja untuk lolos.

Pelatih PSG Mauricio Pochettino mengungkapkan, timnya sudah melupakan kekecewaan di Lisbon. Pochettino optimistis dengan peluang juara PSG di Liga Champions musim ini.

"Sudah jelas, ini adalah ambisi klub untuk juara [kompetisinya]," ungkap Pochettino kepada LFP, yang dikutip Marca. "Ada banyak tim lain yang ingin menjuarainya juga, jadi tidak mudah. Kami sadar dengan tanggung jawab kami, dan kami akan berjuang mati-matian untuk mencapainya."

"Kami tidak terpengaruh dengan masa lalu. Kami datang kemari dengan semangat yang bebas dan tanpa prasangka. Hal-hal itu hanya menyebabkan perasaan negatif saja. Terjebak pada masa lalu membatasi kemungkinan di masa depan. Kami datang dengan energi yang baru."

"Kami rasa kami punya potensi untuk tetap dalam persaingan di Liga Champions. Di dalam sepakbola, keyakinan mendekatkan Anda pada kemenangan. Tapi kami ingin menang untuk PSG, untuk para pemain, fans, dan pada akhirnya untuk diri sendiri," cetus Pochettino.

(rin/krs)