Guardiola Abaikan Inkonsistensi Dortmund di Bundesliga

Novitasari Dewi Salusi - Sepakbola
Selasa, 06 Apr 2021 21:15 WIB
Manchester Citys head coach Pep Guardiola walks on the pitch before an English Premier League soccer match between Fulham and Manchester City at the Craven Cottage stadium in London, England, Saturday March 13, 2021. (Adam Davy/Pool via AP)
Manajer Manchester City Pep Guardiola menilai Borussia Dortmund tetap berbahaya meski tidak konsisten di Bundesliga (Foto: AP/Adam Davy)
Manchester -

Laju Borussia Dortmund di Bundesliga musim ini naik turun. Meski demikian, manajer Manchester City Pep Guardiola tetap mewaspadai ancaman Dortmund di Liga Champions.

Dortmund akan jadi lawan City di perempatfinal Liga Champions. City akan lebih dulu jadi tuan rumah dalam pertandingan leg pertama di Etihad Stadium, Rabu (7/4/2021) dini hari WIB.

Sejauh ini, laju City dan Dortmund di liga domestik masing-masing bertolak belakang. Jika City sedang melaju kencang, Dortmund justru tidak konsisten.

Dalam 27 pertandingan yang sudah dimainkan di Liga Jerman, Dortmund tercatat sudah kalah 10 kali. Sisanya, Erling Haaland dkk membukukan 13 kemenangan dan empat hasil imbang.

Akibatnya, Dortmund tercecer dalam persaingan di papan atas klasemen Liga Jerman. Mereka saat ini ada di peringkat kelima dengan 43 poin, tertinggal tujuh angka dari Eintracht Frankfurt yang ada di posisi keempat.

Meski demikian, Borussia Dortmund masih bertahan di Liga Champions. Die Borussen melaju ke perempatfinal setelah menyingkirkan Sevilla di babak 16 besar.

Oleh karena itu, Pep Guardiola tak memandang Dortmund sebelah mata. Apalagi, menurutnya, Dortmund punya pemain-pemain berkualitas.

"Ketika saya menganalisis sebuah tim, saya tidak pernah melihat klasemen. Ini adalah pertandingan sepakbola dan mulai dari 0-0. Kami menghadapi dua leg dan tim yang main lebih baik akan lolos," ujar Guardiola dalam konferensi pers seperti dilansir situs resmi UEFA.

Banner 8 Besar Liga Champions

"Ketika saya di Munich, (Dortmund) adalah rival besar kami. Setiap tahun kami harus bersaing dengan mereka. Kami bersaing selama tiga tahun, musim pertama bersama Juergen Klopp dan setelahnya dengan Thomas Tuchel. Kami bertanding dua kali, final DFB Pokal."

"Mungkin musim ini mereka kesulitan untuk menjaga konsistensi, tapi kalau Anda menganalisis kualitas individu, maka setiap pemain luar biasa."

"Kita bisa bicara soal (Mats) Hummels, (Emre) Can, (Thomas) Meunier, (Mahmoud) Dahoud ... semuanya. (Erling) Haaland, (Jadon) Sancho, (Thorgan) Hazard, (Marco) Reus, (Julian) Brandt. Pemain muda dari akademinya luar biasa. Mereka mampu mengalahkan Sevilla, yang merupakan tim spesialis fase gugur," kata Guardiola.

(nds/aff)