Christian Pulisic sang Petarung

Yanu Arifin - Sepakbola
Rabu, 14 Apr 2021 11:00 WIB
SEVILLE, SPAIN - APRIL 13: Christian Pulisic of Chelsea CF looks on during the UEFA Champions League Quarter Final Second Leg match between Chelsea FC and FC Porto at Estadio Ramon Sanchez Pizjuan on April 13, 2021 in Seville, Spain. Sporting stadiums around Spain remain under strict restrictions due to the Coronavirus Pandemic as Government social distancing laws prohibit fans inside venues resulting in games being played behind closed doors. (Photo by Fran Santiago/Getty Images)
Christian Pulisic menjadi bintang saat Chelsea menyingkirkan Porto di leg kedua perempatfinal Liga Champions. (Foto: Fran Santiago/Getty Images)
Sevilla -

Christian Pulisic membantu Chelsea lolos ke semifinal Liga Champions. Pemain Amerika Serikat itu tampil bak petarung di lapangan.

Chelsea memastikan kelolosan ke semifinal Liga Champions dini hari tadi. Si Biru menyingkirkan FC Porto di Estadio Ramon Sanchez Pizjuan.

Setelah menang 2-0 pada leg pertama pekan lalu, Chelsea kemudian kalah 0-1 di leg kedua. Alhasil, anak asuh Thomas Tuchel dkk maju ke babak berikutnya dengan agregat 2-1.

Banner 8 Besar Liga Champions

Pada leg kedua, Pulisic menjadi bintang Chelsea. Pemain berusia 22 tahun itu tampil bak petarung bagi kubu London.

Di laga itu, Pulisic memang tak bikin gol atau assist. Namun, perannya cukup vital dalam meredam serangan Porto.

Opta mencatat, Pulisic malah lebih banyak berduel di lapangan. Ia berduel 25 kali dan memenangkan 11 pelanggaran, dengan cuma dua kali melanggar. Pulisic juga membuat sekali tekel dan intersep, serta membuat tiga shots dan satu yang on target.

[Gambas:Opta]

Menurut data Squawka, ada data menarik soal 11 pelanggaran yang diterima Pulisic. Ia menjadi pemain pertama yang mampu memenangkan 11 pelanggaran di satu pertandingan Liga Champions dalam lima musim terakhir.

Christian Pulisic sendiri dinobatkan sebagai man of the match pertandingan tersebut. Eks Borussia Dortmund itu dinilai tampil komplet, yakni rajin menyerang juga bertahan untuk Chelsea.

SEVILLE, SPAIN - APRIL 13: Christian Pulisic of Chelsea CF competes for the ball with Fabio Vieira of FC Porto during the UEFA Champions League Quarter Final Second Leg match between Chelsea FC and FC Porto at Estadio Ramon Sanchez Pizjuan on April 13, 2021 in Seville, Spain. Sporting stadiums around Spain remain under strict restrictions due to the Coronavirus Pandemic as Government social distancing laws prohibit fans inside venues resulting in games being played behind closed doors. (Photo by Fran Santiago/Getty Images)Aksi Pulisic berduel di lapangan pada laga Chelsea vs Porto. Foto: Getty Images/Fran Santiago

"Dia sangat dinamis sepanjang pertandingan. Dia terus-menerus menyebabkan masalah bagi pertahanan Porto tetapi memamerkan mentalitas pertahanan yang kokoh," kata Cosmin Contra, Pengamat Teknis UEFA.

Usai laga, Pulisic pun senang dengan perubahan gaya bermain timnya. Secara keseluruhan, ia senang Chelsea bisa meredam Porto dan memastikan tiket empat besar.

"Kami tahu mereka akan memberi banyak tekanan pada kami. Mereka tertinggal dua gol dari leg pertama jadi kami tahu mereka akan keluar menekan dan kami tidak boleh panik," jelas Pulisic di situs resmi UEFA.

"Saya tidak berpikir kami akan panik. Kami sangat stabil di belakang, kami tidak memberi mereka peluang besar. Mereka mencetak gol luar biasa, tetapi, secara keseluruhan, kami senang dengan perubahan yang kami lakukan," jelas Christian Pulisic soal kelolosan Chelsea.

(yna/krs)