Pemilik MU: European Super League untuk Sepakbola yang Lebih Baik

Mohammad Resha Pratama - Sepakbola
Senin, 19 Apr 2021 19:10 WIB
BARCELONA, SPAIN - APRIL 15: Ole Gunnar Solskjaer, Manager of Manchester United poses for a picture with Avram Glazer (R), owner of Manchester United prior to a training session ahead of their second leg in the UEFA Champions League Quarter Final match against FC Barcelona at Camp Nou on April 15, 2019 in Barcelona, Spain. (Photo by Michael Regan/Getty Images)
Bos Manchester United Joel Glazer (tengah) jadi pencetus European Super League (Getty Images/Michael Regan)
Manchester -

Bos Manchester United, Joel Glazer, menentang anggapan kala European Super League hanya untuk si kaya. Liga Super Eropa bisa bikin sepakbola lebih baik.

Pada Senin (19/4/2021), 12 tim resmi menggagas European Super League. Mereka adalah enam raksasa Premier League yakni Manchester City, Manchester United, Chelsea, Liverpool, Tottenham Hotspur, dan Arsenal, kemudian tiga wakil Liga Italia yakni Juventus, Inter Milan, dan AC Milan, serta wakil Liga Spanyol yakni Real madrid, Barcelona, dan Atletico Madrid.

Rencananya, 15 tim akan berlaga dengan status tim pendiri. Dan sisanya akan digelar lewat kualifikasi. Sekadar informasi, turnamen itu akan digelar tanpa mengenal sistem promosi atau degradasi.

Kompetisi yang berformat liga ini lantas mendapat kecaman banyak pihak, karena dinilai hanya akan menambah kesenjangan antara klub kaya dan klub kecil. Apalagi pesertanya notabene adalah tim-tim besar dengan kekuatan finansial yang mapan.

Maka wajar jika UEFA beserta konfederasi sepakbola negara setempat, ditambah FIFA menolak ide European Super League garapan Florentino Perez, yang diangkat jadi presiden liga tersebut.

Bahkan UEFA beserta federasi sepakbola negara setempat, menyatakan akan menjatuhkan sanksi keras kepada klub-klub peserta, mulai dicoret dari kompetisi Eropa hingga dilarang ikut liga.

Terkait resistensi dari badan-badan sepakbola tersebut, Joel Glazer yang menjabat wakil presiden European Super League mengaku heran. Padahal kompetisi ini dibentuk untuk mewujudkan sepakbola yang lebih menarik dan tentunya bisa mendatangkan pendapatan lebih besar.

Dengan dana besar yang disuntikkan oleh operator kompetisi, klub bisa membangun skuat yang lebih kuat.

"Dengan membawa klub-klub dan pemain terhebat dunia berada di kompetisi yang sama, Super League akan membuka lembaran baru sepakbola Eropa, memastikan adanya kompetisi kelas dunia dan juga fasilitas wahid. Serta meningkatkan dukungan finansial untuk sepakbola secara lebih luas," ujar Glazer seperti dikutip Independent.

(mrp/yna)