Kecewanya Carragher dengan Pemilik Liverpool soal European Super League

Rifqi Ardita Widianto - Sepakbola
Rabu, 21 Apr 2021 14:40 WIB
LIVERPOOL, ENGLAND - APRIL 26:  Liverpool owner John W. Henry and wife, Linda Pizzuti walk on the pitch prior to the Premier League match between Liverpool FC and Huddersfield Town at Anfield on April 26, 2019 in Liverpool, United Kingdom. (Photo by Michael Regan/Getty Images)
Pemilik Liverpool John W Henry mendapatkan kecaman dari mantan bek Jamie Carragher. (Foto: Michael Regan/Getty Images)
Jakarta -

Sempat ikut mendeklarasikan European Super League, Liverpool akhirnya memutuskan mundur. Tapi pemilik klub sudah kadung bikin eks bek Jamie Carragher kecewa.

Liverpool sempat menjadi salah satu dari enam klub top Inggris yang mendeklarasikan European Super League. Selain juara bertahan Premier League itu, lima lainnya adalah Manchester City, Manchester United, Chelsea, Arsenal, dan Tottenham Hotspur.

Tapi gelombang penolakan dari suporter dan tekanan dari pemerintah Inggris, plus otoritas sepakbola, membuat satu per satu tim itu mundur. Manchester City menjadi yang pertama, hingga seluruh lima tim lainnya termasuk Liverpool.

Kini tersisa enam tim dari 12 yang awalnya menjadi pendiri European Super League. Tiga di antaranya dari Italia yakni Juventus, AC Milan, dan Inter Milan serta tiga lainnya dari Spanyol: Barcelona, Real Madrid, dan Atletico Madrid.

Tapi mundurnya enam klub Inggris diyakini sudah bikin posisi European Super League lemah secara signifikan. Milan dan Inter kabarnya segera menyusul untuk menarik diri.

Dalam pernyataan mundurnya, Liverpool berterima kasih terhadap seluruh pemangku kepentingan yang telah memberikan masukan. Namun tidak ada permintaan maaf apapun termasuk kepada para penggemar yang merasa terluka dengan keputusan sebelumnya.

Bek legendaris Liverpool Jamie Carragher menilai pemilik klub, John W Henry, sudah mengecewakan seluruh entitas pendukung tim. Pria yang kini jadi komentator Sky Sports itu bahkan percaya Henry pantas hengkang.

"Saya bilang kemarin malam sesaat setelah satu pergi, mereka semua akan pergi. Ini berakhir sekarang. Saya kesal dengan Liverpool. Juergen Klopp menjatuhkan mereka, Jordan Henderson juga. Tidak ada lagi yang tersisa buat para pemilik klub," ungkapnya kepada Sky Sports dikutip BBC.

"Saya tak melihat bagaimana para pemilik bisa lanjut di sana. Saya tak melihat sebuah masa depan untuk kepemilikan mereka dan saya rasa mereka memperburuk situasi dengan lebih lama bertahan."

"Saya tak bisa ingat kapan ada sesuatu yang bisa menyatukan menyatukan semua orang di sepakbola (selain ini). Begitu banyak orang dengan rivalitas besar, tribalisme, kita adu pendapat dan bersaing dengan lainnya. Ini adalah sesuatu yang menyatukan semua orang dan kita semua perlu bangga dengan itu," imbuh Jamie Carragher.

John W Henry mengambil alih kepemilikan Liverpool pada 2010 dan sukses mengakhiri puasa gelar Liga Inggris selama 30 tahun pada 2019/2020 lalu. Di bawah mereka, 'Si Merah' juga memenangi titel Liga Champions keenam, plus satu trofi Piala Liga Inggris, Piala Super Eropa, dan Piala Dunia Antarklub.



Simak Video "Inggris Tetapkan Ledakan di Luar RS Liverpool Serangan Terorisme"
[Gambas:Video 20detik]
(raw/mrp)