'PSG Belum Pernah Didominasi seperti Lawan Man City'

Lucas Aditya - Sepakbola
Kamis, 29 Apr 2021 14:40 WIB
PARIS, FRANCE - APRIL 28: Neymar of Paris Saint-Germain looks on during the UEFA Champions League Semi Final First Leg match between Paris Saint-Germain and Manchester City  at Parc des Princes on April 28, 2021 in Paris, France. Sporting stadiums around France remain under strict restrictions due to the Coronavirus Pandemic as Government social distancing laws prohibit fans inside venues resulting in games being played behind closed doors. (Photo by Alex Grimm/Getty Images)
Paris Saint-Germain kalah karena kaget didominasi Manchester City di leg 1 semifinal Liga Champions 2020/2021. ( Foto: Getty Images/Alex Grimm)
Jakarta -

Paris Saint-Germain takluk saat melawan Manchester City di leg 1 semifinal Liga Champions. Les Parisiens belum pernah didominasi lawan seperti menghadapi City.

Di Parc des Princes, Paris, Kamis (29/4/2021) dini hari WIB, PSG kalah 1-2 dari City. Mereka gagal mempertahankan keunggulan di babak pertama berkat gol dari Marquinhos.

PSG kesulitan keluar dari tekanan Man City di babak kedua. Hasilnya, gawang tim asuhan Mauricio Pochettino kebobolan dua gol.

Kevin De Bruyne menjadi penyama kedudukan pada menit ke-64. City berbalik unggul via tendangan bebas Riyad Mahrez pada menit ke-71.

Dalam laga ini, PSG kalah penguasaan bola dari City. Situs resmi UEFA mencatat bahwa The Citizens melakukan ball possession 57 persen, berbanding 43 persen dari PSG.

Soal percobaan, PSG dan City imbang. Keduanya 11 kali melepas tembakan. Akurasi City lebih bagus dengan 6 shot on target, sedangkan PSG 4 tembakan tepat sasaran.

Eks pemain City, Joleon Lescott, menilai PSG gugup mendapatkan lawan yang bisa mendominasi mereka. Tapi, City diingatkan untuk tidak lengah menatap leg 2 semifinal Liga Champions yang berlangsung di Etihad Stadium pada 5 Mei 2021.

"Paris jelas belum pernah menghadapi satu tim yang mendominasi mereka seperti yang mereka alami malam ini. Pujian untuk City, tapi banyak hal bisa berubah dengan cepat di leg 2," kata Lescott di BT Sport.

"Saat anda tertinggal, anda mempunyai pendekatan tak kenal rasa takut dan seperti itu kasusnya," kata dia menambahkan.

(cas/aff)