PSG Sudah Main Sesuai Rencana, tapi City Lebih Efisien

Novitasari Dewi Salusi - Sepakbola
Rabu, 05 Mei 2021 07:15 WIB
MANCHESTER, ENGLAND - MAY 04: Mauricio Pochettino, Manager of Paris Saint-Germain consoles Presnel Kimpembe of Paris Saint-Germain after defeat in the UEFA Champions League Semi Final Second Leg match between Manchester City and Paris Saint-Germain at Etihad Stadium on May 04, 2021 in Manchester, England. Sporting stadiums around the UK remain under strict restrictions due to the Coronavirus Pandemic as Government social distancing laws prohibit fans inside venues resulting in games being played behind closed doors. (Photo by Laurence Griffiths/Getty Images)
Paris Saint-Germain disingkirkan Manchester City di semifinal Liga Champions (Foto: Getty Images/Laurence Griffiths)
Manchester -

Paris Saint-Germain gagal ke final Liga Champions usai disingkirkan Manchester City. Mauricio Pochettino menyebut PSG kalah efisien dari City.

Laga City vs PSG di leg kedua semifinal Liga Champions digelar di Etihad Stadium, Rabu (5/5/2021) dini hari WIB. Les Parisiens harus membalikkan keadaan usai kalah 1-2 di leg pertama.

Harus mengejar defisit gol, PSG tampil lebih dominan pada babak pertama. Neymar dkk tercatat unggul dalam penguasaan bola (56%) dan melepaskan lebih banyak tembakan (7) dibanding City (6).

Namun, gol cepat Riyad Mahrez pada menit ke-11 membuat jalan PSG makin terjal. Mahrez kemudian kembali menjebol gawang PSG pada menit ke-63 usai menuntaskan sebuah serangan balik. Kalah 0-2, PSG tersingkir dengan agregat 1-4.

Pelatih PSG Mauricio Pochettino menyebut timnya sebenarnya sudah bermain sesuai rencana pada babak pertama. Namun, Pochettino mengakui kalau City lebih tajam dalam menuntaskan peluang.

"Kami main seperti yang sudah direncanakan. Kami memulai dengan sangat baik, menciptakan peluang, dan mendominasi Manchester City. Itu tidak mudah. Tidak banyak tim bisa mendominasi tim seperti Manchester City," ujar Pochettino usai pertandingan seperti dilansir situs resmi UEFA.

"Kadang dalam sepakbola, Anda butuh keberuntungan dalam beberapa periode. Pada akhirnya, mereka lebih tajam. Mereka mencetak gol dari situasi di mana kami menekan, dengan bola panjang."

Bagi Manchester City, keberhasilan ini mengakhiri penantian mereka untuk menembus final Liga Champions. Setelah kerap mentok di perempatfinal Liga Champions sejak ditangani Pep Guardiola pada 2016, The Citizens akhirnya tampil di final kompetisi tertinggi antarklub Eropa.

"Saya harus memberi selamat kepada Manchester City karena mereka melewati musim yang fantastis. Setelah enam atau tujuh musim, Pep bekerja dengan baik. Di saat bersamaan, kami bangga kepada para pemain dan tim kami," kata Pochettino.

(nds/yna)