Lepas dari Kutukan, MU Akhirnya ke Final

Rifqi Ardita Widianto - Sepakbola
Jumat, 07 Mei 2021 05:11 WIB
ROME, ITALY - MAY 06: Edinson Cavani of Manchester United celebrates after scoring their sides second goal during the UEFA Europa League Semi-final Second Leg match between AS Roma and Manchester United at Stadio Olimpico on May 06, 2021 in Rome, Italy. Sporting stadiums around Europe remain under strict restrictions due to the Coronavirus Pandemic as Government social distancing laws prohibit fans inside venues resulting in games being played behind closed doors. (Photo by Paolo Bruno/Getty Images)
Manchester United lolos ke final Liga Europa usai menyingkirkan AS Roma. (Foto: Getty Images/Paolo Bruno)
Jakarta -

Manchester United untuk pertama kalinya menjejak final di bawah Ole Gunnar Solskjaer. Butuh lima percobaan sampai akhirnya 'Setan Merah' lepas dari kutukan semifinal.

Manchester United memastikan diri lolos ke final Liga Europa meski kalah 2-3 dari AS Roma di Olimpico, Jumat (7/5/2021) dini hari WIB. Dengan hasil itu, Edinson Cavani dkk melangkah ke partai puncak dengan agregat 8-5.

Dengan pencapaian ini, MU mengulang catatan musim 2016/2017 lalu. Kala itu mereka tampil sebagai juara bersama Jose Mourinho, meraih titel Liga Europa/Piala UEFA pertama dalam sejarah klub.

Ini sekaligus menjadi final pertama MU di bawah Ole Gunnar Solskjaer. Sebelumnya MU selalu kandas di empat kesempatan, sehingga memunculkan istilah kutukan semifinal.

Manchester United dua kali kandas di empat besar Piala Liga Inggris. Lalu masing-masing sekali di Piala FA dan Liga Europa (2019/2020).

Solskjaer pun berkesempatan membawa timnya meraih titel pertama. Gelar juara Liga Europa 2016/2017 merupakan yang terakhir dimenangi MU.

Pada final Liga Europa musim ini, MU akan menghadapi Villarreal yang menyingkirkan Arsenal dengan agregat 2-1. Villarreal belum pernah memenangi Liga Europa maupun Piala UEFA, namun didukung faktor Unai Emery yang punya pengalaman tiga kali juara sebagai pelatih.

(raw/bay)