Final Liga Champions Man City Vs Chelsea Pindah ke Inggris?

Adhi Prasetya - Sepakbola
Jumat, 07 Mei 2021 10:00 WIB
BIRMINGHAM, ENGLAND - FEBRUARY 06: General view inside the stadium during the Premier League match between Aston Villa and Arsenal at Villa Park on February 06, 2021 in Birmingham, England. Sporting stadiums around the UK remain under strict restrictions due to the Coronavirus Pandemic as Government social distancing laws prohibit fans inside venues resulting in games being played behind closed doors. (Photo by Shaun Botterill/Getty Images)
Villa Park, kandang Aston Villa. Foto: Getty Images/Shaun Botterill
Birmingham -

Aston Villa menawarkan kandangnya untuk menjadi venue final Liga Champions musim ini. Itu dilakukan sebagai antisipasi jika laga tak bisa digelar di Turki.

Diketahui, final Liga Champions rencananya akan digelar di Ataturk Olympic Stadium, Istanbul pada 29 Mei mendatang. Namun jumlah kasus COVID-19 di Turki sedang tinggi saat ini.

Oleh sebab itu, muncul wacana agar laga final digeser ke Inggris saja, mengingat kedua finalis, Chelsea dan Manchester City, sama-sama berasal dari Inggris. Dan Aston Villa pun bergerak menawarkan Villa Park di Birmingham sebagai opsi.

Hal itu agar suporter kedua tim tak perlu susah payah berangkat ke Istanbul dan berisiko terkena COVID-19. Dilaporkan Sky Sports, diperkirakan akan ada sekitar 8 ribu suporter yang akan pergi.

Aston Villa juga sudah mendekati FA dan UEFA terkait wacana di atas. Namun sejauh ini UEFA masih yakin jika laga bisa digelar seusai rencana di Istanbul.

Selain itu, pemindahan laga ke Inggris juga tak mudah. Pasalnya, Villa Park belum memenuhi standar UEFA untuk mengggelar laga final Liga Champions.

Meski penyesuaian tentu bisa dilakukan meski dalam waktu yang mepet, namun faktor lain semacam persiapan peliputan dan penyiaran juga akan merepotkan jika tiba-tiba harus dipindah ke Inggris. Para staf UEFA dan ofisial lainnya yang akan bekerja selama final pun juga harus diperhatikan.

Oleh sebab itu, pemindahan venue diperkirakan hanya akan terjadi jika pemerintah Turki menyatakan situasinya tak memungkinkan untuk menggelar laga. Selama tak ada klaim demikian, Istanbul tetap akan menjadi lokasi final Liga Champions.

Berdasarkan laporan NY Times hingga Kamis (6/5) malam WIB, rataan kasus per hari di Turki selama sepekan terakhir sudah mencapai lebih dari 29 ribu. Sejak pekan lalu, negara tersebut sudah memberlakukan lockdown secara penuh.

(adp/bay)