Trofi Liga Europa, Respons Emery usai Dipecat Arsenal

Yanu Arifin - Sepakbola
Kamis, 27 Mei 2021 14:30 WIB
Villareals manager Unai Emery holds the trophy as he celebrates with his players after winning the Europa League final soccer match between Manchester United and Villarreal in Gdansk, Poland, Wednesday, May 26, 2021. (AP Photo/Michael Sohn, Pool)
Pelatih Villarreal, Unai Emery, mengangkat trofi juara Liga Europa. (Foto: Michael Sohn/AP)
Gdansk -

Unai Emery dipecat Arsenal, lalu pindah ke Villarreal. Bersama Kapal Selam Kuning, manajer asal Spanyol itu belajar, lalu bisa jadi juara Liga Europa.

Tahun lalu Emery menelan pil pahit di Arsenal. Ia dianggap gagal kemudian dipecat manajemen.

Selama di Arsenal, Emery sempat membawa Pierre-Emerick Aubameyang dkk ke final Liga Europa 2018/2019. Namun, Meriam London kalah usai dihajar Chelsea. Semusim berselang, ia pun dipecat klub.

Banner Final Liga Europa

Setelah dipecat, Emery kemudian pindah ke Villarreal. Ia bisa membawa Gerard Moreno dkk ke final Liga Europa juga musim ini.

Cerita berbalik buat Emery. Pria yang juga sempat melatih Valencia, Spartak Moskow, Sevilla, Paris Saint-Germain itu malah bisa membawa Villarreal menjadi juara di Liga Europa.

Di final, Unai Emery memimpin Villarreal menghadapi Manchester United di Stadion Miejski, Gdansk, Polandia, Kamis (27/5/2021) dini hari WIB. Wakil LaLiga menang adu penalti 10-11, setelah berimbang 1-1 selama 120 menit.

Usai final, Emery pun disinggung terkait kegagalannya di Arsenal lalu sukses di Villarreal. Pelatih yang sudah empat kali juara Liga Europa itu (tiga di antaranya ia raih ketika melatih Sevilla), mengaku bahwa trofi kali ini adalah buah dari proses belajarnya bersama tim Gudang Peluru.

"Saya yakin ini sama sekali bukan balas dendam olahraga. Saya mencoba menikmati setiap momen, menang dan kalah. Saya mencoba menciptakan keadaan baru, jadi di mana pun saya berada, bahkan ketika Inggris di Arsenal, saya belajar banyak, bertemu banyak orang, budaya lain, dan sepakbola," kata Emery, seperti dilansir Metro.

"Di akhir cerita, itu adalah frustrasi profesional, tetapi beberapa pintu lain terbuka saat itu. Menang hari ini adalah kepuasan, tetapi untuk klub saya hari ini, seperti ketika saya berada di Sevilla."

"Saat saya di Arsenal, kami bermain di final Liga Europa dan tidak bisa menang. Tetapi ini adalah proses, dari pertandingan itu saya belajar banyak untuk memenangkan pertandingan ini," katanya.

Lebih lanjut, Emery tak merasa ragu akan kapasitasnya setelah dipecat Arsenal. Ia mengaku bisa meresponsnya dengan caranya melatih sebuah tim, hingga kini bisa juara di Villarreal.

"Keraguan adalah sesuatu yang dapat Anda lalui dalam karier profesional. Anda dapat memiliki keraguan, tetapi kemudian Anda menemukan respons," lanjut Emery.

"Yang saya ragukan adalah soal susunan pemain yang akan saya lakukan di lapangan. Saya ragu tentang perubahan yang harus saya lakukan selama pertandingan, bagaimana saya akan merencanakan sesi latihan. Tetapi dengan keraguan itu, saya bisa bertanya ke diri sendiri dan memeriksa responsnya," kata pelatih berusia 49 tahun tersebut.

(yna/krs)