Thomas Tuchel si Perfeksionis, Rumput Lapangan Saja Diendus

Afif Farhan - Sepakbola
Jumat, 28 Mei 2021 14:10 WIB
LEEDS, ENGLAND - MARCH 13: Thomas Tuchel, Manager of Chelsea look on as he conducts post match interviews after the Premier League match between Leeds United and Chelsea at Elland Road on March 13, 2021 in Leeds, England. Sporting stadiums around the UK remain under strict restrictions due to the Coronavirus Pandemic as Government social distancing laws prohibit fans inside venues resulting in games being played behind closed doors. (Photo by Laurence Griffiths/Getty Images)
Thomas Tuchel si Perfeksionis, Rumput Lapangan Saja Diendus (Getty Images/Laurence Griffiths)
London -

Thomas Tuchel punya kepribadian yang jarang orang tahu. Manajer Chelsea itu begitu perfeksionis, sampai-sampai rumput lapangan saja diendus.

Thomas Tuchel selangkah lagi membawa Chelsea meraih trofi Liga Champions. Tentu syaratnya, bisa menaklukkan Manchester City pada Final Liga Champions di Stadion Do Dragao, porto, Portugal.

Tuchel bisa menatap final dengan kepercayaan diri. Sebab sudah dua kali, Manchester City mampu dikalahkan Chelsea (satu di semifinal Piala FA dan satu lagi di Liga Inggris).

Banner Final Liga Champions

Daily Star menampilkan sisi kepribadian Thomas Tuchel yang belum banyak orang tahu, yakni soal sifat perfeksionis. Seorang narasumber bernama Christian Heidel, menceritakan panjang lebar hal tersebut.

Christian Heidel sendiri merupakan sahabat dekat Tuchel. Heidel dulu merupakan presiden klub sepakbola asal Jerman, Mainz dan juga yang mempromosikan Tuchel dari pelatih muda jadi pelatih utama di klub itu pada tahun 2009.

"Jika Anda mempekerjakan Thomas Tuchel sebagai pelatih, Anda harus menyadari bahwa dia perfeksionis. Dia menganalisis setiap detail kecil," ujar Heidel.

"Dia selalu mencari kesempurnaan. Dia memiliki rencana yang sangat ketat dan ingin semuanya berjalan sesuai rencana itu, maka tak heran tim-tim yang dilatihnya cukup bagus dan Chelsea juga sedang dalam performa oke," tambahnya

MAINZ, GERMANY - JANUARY 09:  Christian Heidel, Sporting director of 1. FSV Mainz 05 looks on prior to the Bundesliga match between 1. FSV Mainz 05 and Eintracht Frankfurt at Opel Arena on January 09, 2021 in Mainz, Germany. Sporting stadiums around Germany remain under strict restrictions due to the Coronavirus Pandemic as Government social distancing laws prohibit fans inside venues resulting in games being played behind closed doors. (Photo by Alex Grimm/Getty Images)Christian Heidel (Getty Images/Alex Grimm)

Satu bukti perfeksionisnya Thomas Tuchel adalah ketika dirinya baru diangkat jadi pelatih utama Mainz. Kala itu, Mainz berada di suatu kamp latihan di Austria untuk menggelar laga pemanasan jelang kompetisi.

"Tuchel mengamati rumput dengan sangat cermat. Dia berbaring di tanah, mengukur ketinggian, dan mengendusnya. Lalu dia senang, lapangannya sudah oke," terang Heidel.

"Ya itulah Tuchel. Dia selalu bersemangat dan mau bekerja keras untuk mempelajari hal baru," tutupnya.

(aff/raw)