Tuchel ke Abramovich: Kontrak Baru Dong, Bos!

Rifqi Ardita Widianto - Sepakbola
Minggu, 30 Mei 2021 11:00 WIB
PORTO, PORTUGAL - MAY 29: Thomas Tuchel, Manager of Chelsea celebrates with the Champions League Trophy following their teams victory in the UEFA Champions League Final between Manchester City and Chelsea FC at Estadio do Dragao on May 29, 2021 in Porto, Portugal. (Photo by Susan Vera - Pool/Getty Images)
Thomas Tuchel mengantarkan Chelsea juara Liga Champions. (Foto: Getty Images/Susan Vera - Pool)
Jakarta -

Membawa Chelsea berkembang pesat hingga memenangi Liga Champions dalam waktu singkat membuktikan polesan Thomas Tuchel. Ia pun meminta kontrak baru.

Tuchel baru diangkat Chelsea menjadi manajer pada 26 Januari lalu, menggantikan Frank Lampard. Saat itu Chelsea tercecer di posisi sembilan Premier League dan tak dijagokan untuk memenangi apapun meski masih aktif di Piala FA dan Liga Champions.

Tapi kehadiran Tuchel seketika mengubah dinamika tim ditandai dengan rangkaian 14 laga tanpa kekalahan. Sejak saat itu The Blues berangsur-angsur masuk ke empat besar Premier League dan finis di sana, lalu menjejak dua final.

Final pertama yakni di Piala FA memang berakhir pahit, setelah kalah dari Leicester City. Tapi itu berhasil ditebus dengan titel yang amat prestisius: Liga Champions, usai menang 1-0 atas Manchester City di Estadio Do Dragao, Minggu (30/5/2021) dini hari WIB.

Titel ini hanya menegaskan bahwa betapa Tuchel sudah mengangkat performa Chelsea dalam waktu singkat. Ia diperkirakan akan mendapatkan kontrak baru dari pemilik Chelsea Roman Abramovich, mengingat kontrak awalnya hanya sampai Juni 2022 alias tahun depan.

"Saya bahkan tak yakin 100%, tapi mungkin saya sudah meneken kontrak baru dengan kemenangan ini. Manajer saya mengatakan sesuatu soal ini, tapi saya tak tahu, mari kita cek dulu," ujar Thomas Tuchel dikutip Sky Sports.

"Saya berbicara dengan pemilik sekarang dan ini adalah momen terbaik untuk pertemuan pertama!" imbuhnya.

Dengan progres Chelsea yang begitu terlihat, Tuchel percaya diri dengan prospek timnya. Namun ia enggan menjamin apa-apa kecuali untuk tetap ambisius dan lapar akan gelar-gelar lain.

"Saya bisa menjamin dia bahwa saya akan tetap lapar, bahwa saya menginginkan titel yang berikutnya dan merasa sangat senang menjadi bagian dari sebuah klub yang sungguh ambisius dan sebuah grup yang sangat kuat, yang cocok dengan keyakinan serta gairah saya dalam sepakbola saat ini," kata pria Jerman ini.

"Hasrat saya adalah mengejar lebih banyak kejayaan dan bertumbuh sebagai seorang pelatih. Hasrat saya adalah mendorong grup ini ke batasnya sejak hari pertama musim depan," ungkapnya.

(raw/aff)