Walker Bela Guardiola: Seandainya Tepat, Takkan Ada yang Kritik

Okdwitya Karina Sari - Sepakbola
Selasa, 08 Jun 2021 16:30 WIB
Manchester Citys head coach Pep Guardiola reacts after the Champions League final soccer match between Manchester City and Chelsea at the Dragao Stadium in Porto, Portugal, Saturday, May 29, 2021. (David Ramos/Pool via AP)
Bek Manchester City Kyle Walker membela Pep Guardiola dari kritik di final Liga Champions. Foto: AP/David Ramos
Manchester -

Bek sayap Manchester City Kyle Walker membela Pep Guardiola, atas anggapan Manajer City itu overthinking usai strateginya gagal di final Liga Champions lalu.

Meski difavoritkan juara, the Citizens pada akhirnya harus gigit jari. Menghadapi Chelsea di Porto, City harus puas menjadi runner-up setelah kalah dengan skor 0-1, yang ditentukan lewat gol Kai Havertz di babak pertama.

Sorotan kemudian diarahkan kepada Guardiola selaku peracik taktik Manchester City. Mengusung formula 4-4-3, Guardiola tidak menurunkan gelandang bertahan murni usai Rodri dan Fernandinho dicadangkan. Ilkay Guendogan, yang berposisi asli sebagai gelandang tengah, justru dipercaya memainkan peran itu, taktik yang sesungguhnya jarang diterapkan Guardiola di 2020/2021.

Statistik menunjukkan bahwa Guendogan hanya sekali dimainkan sebagai jangkar yang menghasilkan kemenangan 3-1 atas Chelsea saat masih dibesut Frank Lampard. Akan tetapi, taktik Guardiola itu kali ini tidak berjalan, yang turut menandai kekalahan ketiganya dari Chelsea besutan Thomas Tuchel.

Walker melontarkan dukungannya kepada bosnya itu. Walker kukuh, Guardiola semata hanya mengusahakan yang terbaik demi kesuksesan City.

"Dengar ya, orang-orang boleh saja bicara. Aku sudah melihat beberapa hal atau teman-temanku telah mengirimiku pesan tentang taktik, personil, ini-itu dan yang lain," kata Walker kepada Daily Mail.

"Ini adalah sebuah pertandingan sepakbola. Ini berjalan 95 menit dan apapun bisa terjadi. Sudah jelas, kami ingin mendapatkan hasil sesuai yang diharapkan, tapi manajer, atau siapapun, dia memilih pemain yang dia rasa bisa dan mendapatkan kemenangan dan apa yang terbaik untuk klub."

"Ketika dia ternyata memilih keputusan yang tepat, tidak ada yang akan ngomong macam-macam, dan ketika dia keliru - atau ketika mereka berpikir bahwa dia keliru - orang-orang mulai mempertanyakan banyak hal," lugas Walker.

(rin/krs)