UEFA Tunda Investigasi Madrid, Barcelona, dan Juventus

Mohammad Resha Pratama - Sepakbola
Kamis, 10 Jun 2021 07:15 WIB
NYON, SWITZERLAND - JULY 18:  The UEFA logo is seen on the UEFA Champions League trophy as it is prepared for the UEFA 2014/15 Champions League third qualifying rounds draw at the UEFA headquarters, The House of European Football, on July 18, 2014 in Nyon, Switzerland.  (Photo by Harold Cunningham/Getty Images for UEFA)
UEFA tunda proses investigas tiga klub terkait European Super League (Harold Cunningham
Nyon -

Real Madrid, Barcelona, dan Juventus bisa bernapas lega. Untuk sementara, mereka terbebas dari hukuman karena proses investigasi European Super League ditunda.

Ketiga tim itu bersama sembilan klub lainnya adalah pencetus European Super League. Baru tiga hari diumumkan, European Super League sudah keburu dihentikan karena gelombang protes yang begitu keras.

Satu per satu klub pencetus itu mundur termasuk enam dari Liga Inggris, lalu Inter Milan, AC Milan, dan Atletico Madrid. Sementara Madrid, Barcelona, dan Juventus tetap ngotot dengan rencana European Super League.

Madrid dkk berdalih bahwa ide Liga Super itu adalah jalan terbaik untuk menyelamatkan keuangan klub Eropa yang terdampak pandemi virus corona. Nah, UEFA yang geram dengan aksi tersebut lantas memberikan ancaman.

Keenam klub yang menyatakan mundur sudah meminta maaf dan mereka cuma dikenakan denda serta teguran,. Meski tak menutup kemungkinan adanya hukuman lebih berat jika ada ide serupa muncul lagi.

Nah, untuk Madrid, Barcelona, dan Juventus, UEFA kabarnya sudah siap mencoret mereka dari kompetisi Eropa musim depan sekaligus denda dalam jumlah luar biasa, karena tak kunjung membubarkan European Super League.

Tapi, UEFA kemudian berubah pikiran secara tiba-tiba. Dalam pernyataan terbarunya, UEFA akan menangguhkan sementara proses investigasi sehingga ketiga klub itu otomatis masih bisa bermain di Liga Champions musim depan.

Menurut Cadena SER, UEFA melakukan ini karena sudah diperingatkan Kementerian Kehakiman Swiss terkait proses investigasi. Sebab hakim Spanyol Manuel Ruiz de Lara berniat membawa kasus ketiga klub itu ke pengadilan Uni Eropa.

Ruiz de Lara diklaim melihat UEFA dan FIFA sudah bertindak semena-mena dengan melarang European Super League, sekaligus adanya dugaan monopoli sepakbola.

"Menyusul proses disiplin terhadap Barcelona, Juventus, dan Real Madrid terkait potensi pelanggaran hukum UEFA yang berhubungan dengan proyek 'Liga Super', Komisi Banding UEFA memutuskan menunda proses sampai pemberitahuan lebih lanjut," ujar pernyataan resmi UEFA.

(mrp/pur)