Messi Banjir Kritik: Dinilai Malas Bertahan dan Tak Cocok di PSG

Putra Rusdi K - Sepakbola
Jumat, 26 Nov 2021 05:42 WIB
PSGs Lionel Messi walks on the pitch just before the end of the Champions League group A soccer match between Manchester City and Paris Saint-Germain at the Etihad Stadium in Manchester, England, Wednesday, Nov. 24, 2021. (AP Photo/Scott Heppell)
Lionel Messi banjir kritik usai laga Manchester City vs PSG (Foto: AP/Scott Heppell)
Manchester -

Lionel Messi banjir kritik usai Paris Saint-Germain ditumbangkan Manchester City. Ia dinilai bikin PSG tak bisa melancarkan counter dan malas dalam bertahan.

PSG tumbang 1-2 dalam lawatan ke Etihad Stadium saat menghadapi Manchester City pada matchday kelima Grup A Liga Champions, Kamis (25/11/2021) dini hari WIB. Gawang Les Parisiens harus dua kali bergetar akibat gol dari Raheem Sterling dan Gabriel Jesus.Tim tamu hanya mampu membalas melalui Kylian Mbappe.

Lini depan PSG memang tampil mengecewakan di laga ini. Trio Lionel Messi, Kylian Mbappe, dan Neymar tak banyak menebar ancaman sepanjang laga. PSG hanya bikin dua sepakan on target.

Messi menjadi salah satu pemain PSG paling disorot karena dianggap minim kontribusi. Ia hanya melepas satu tembakan yang off target dan satu dribel sukses.

Kapten timnas Argentina ini memang belum kunjung menemukan penampilan terbaiknya sejak merapat ke PSG dari Barcelona awal musim ini. Messi baru mengemas empat gol dan satu assist dalam 10 laga bersama tim Ibu Kota Prancis ini.

Mantan pemain PSG, Nicolas Anelka menilai Messi tak cocok dengan gaya main PSG. Messi membuat PSG tak bisa menjadi tim yang bisa mengoptimalkan counter attack.

"Dengan Messi, PSG tak bisa menjadi tim yang mengandalkan counter. Kamu tidak bisa menggantungkan seluruh tim kepada Kylian Mbappe," ungkap Anelka dikutip dari RMC.

Kritikan soal gaya main Messi di PSG juga dilayangkan oleh mantan penyerang timnas, Thierry Henry. Henry menganggap Messi sangat minim kontribusi saat PSG kehilangan bola.

"Jika Anda ingin memenangkan Liga Champions, Anda tidak bisa bertahan dengan tujuh pemain. Ini mustahil terjadi. Aku tidak peduli siapa kamu. Posisi full back bisa dieksploitasi, ini membuat tiga lawan satu atau tiga lawan dua di lapangan," ungkap Henry dikutip dari Daily Mail.

"Tim yang memenangkan gelar - dan lebih lagi Liga Champions - memiliki tiga pemain depan yang memburu bola," jelasnya.

Meski tampil buruk dan kalah, PSG tetap memastikan lolos ke babak fase gugur mendapampingi Man City. Mereka berada di urutan kedua Grup A dengan delapan angka tertinggal empat angka dari The Citizens di puncak klasemen.

Poin PSG sudah tak mungkin terkejar oleh RB Leipzig di urutan ketiga dengan empat angka dengan satu laga tersisa.



Simak Video "Gaji Ronaldo di MU Vs Messi di PSG"
[Gambas:Video 20detik]
(pur/rin)