Conte: Level Tottenham Tidak Begitu Tinggi

Novitasari Dewi Salusi - Sepakbola
Jumat, 26 Nov 2021 10:20 WIB
Tottenhams Harry Kane, center, reacts during the Europa Conference League match between Mura and Tottenham Hotspur in Maribor, Slovenia, Thursday, Nov. 25, 2021. (AP Photo)
Tottenham Hotspur dikalahkan tim asal Slovenia, Mura, dengan skor 1-2 di Conference League (Foto: AP Photo)
Jakarta -

Tottenham Hotspur dipermalukan tim asal Slovenia di Conference League. Antonio Conte kini menyadari rumitnya situasi dan seberapa berat tugasnya di Tottenham.

Tottenham tandang ke markas NS Mura di Stadion Ljudski vrt, Jumat (26/11/2021) dini hari WIB, di matchday 5 Grup G Conference League. The Lilywhites kalah dengan skor 1-2.

Sempat kebobolan lebih dulu oleh gol Tomi Horvat pada menit ke-11, Tottenham kemudian menyamakan skor lewat gol Harry Kane di menit ke-72. Namun, Tottenham akhirnya kalah setelah Amadej Maroa membobol gawang Pierluigi Gollini di penghujung injury time.

Bagi Mura, itu jadi kemenangan pertama mereka di Conference League setelah selalu kalah di empat laga sebelumnya. Sementara Tottenham masih harus berjuang untuk lolos ke play-off memperebutkan posisi di babak 16 besar.

Antonio Conte, yang menggantikan Nuno Espirito Santo tiga pekan lalu, diberi tugas untuk membawa Tottenham bersaing di papan atas Liga Inggris. Namun, kekalahan dari Mura membuat Conte menyadari tugasnya di Tottenham tidaklah sederhana.

"Saya tidak suka dengan apa yang terjadi malam ini. Saya harus jujur dan bilang kepada kalian bahwa setelah 3,5 pekan, saya mulai memahami situasinya," ujar Conte seperti dilansir BBC.

"Saya senang di sini tapi di saat bersamaan saya harus jujur dan mengatakan ke kalian bahwa kami harus kerja keras untuk memperbaiki kualitas skuad. Kami Tottenham dan saat ini ada gap besar (ke tim-tim top di Inggris)."

Sejauh ini, Antonio Conte sudah memimpin Tottenham dalam empat pertandingan di semua kompetisi. Hasilnya, Harry Kane dkk mencatat dua kemenangan, satu hasil imbang, dan satu kali kalah.

"Kalau seseorang berpikir bahwa pelatih baru datang dan Conte juara di masa lalu maka saya adalah pesulap... Tapi satu-satunya keajaiban yang bisa saya lakukan adalah bekerja. Bekerja untuk memperbaiki, membawa metode saya, gagasan sepakbola saya. Tapi kami harus pahami bahwa kami butuh waktu."

"Ini tidak sederhana karena, saat ini tentu saja, level Tottenham tidaklah begitu tinggi," ucap Conte.

(nds/aff)