Betul-betul Memalukan, Tottenham!

Adhi Prasetya - Sepakbola
Jumat, 26 Nov 2021 11:00 WIB
Tottenhams Harry Kane, center, reacts during the Europa Conference League match between Mura and Tottenham Hotspur in Maribor, Slovenia, Thursday, Nov. 25, 2021. (AP Photo)
Harry Kane gagal mengantarkan Tottenham meraih kemenangan atas Mura. Foto: AP/
Maribor -

Tottenham Hotspur takluk 1-2 dari NS Mura dalam lanjutan Europa Conference League musim ini. Tak cuma menyulitkan peluang lolos ke 16 besar, namun hasil tersebut dinilai amat memalukan!

Mura bukanlah nama beken di sepakbola. Klub yang baru berdiri tahun 2012 itu bahkan tak langsung bisa dikenali lambangnya oleh mesin pencari google (silakan cek sendiri).

Menjamu Tottenham pun Mura menumpang di Stadion Ljudski vrt yang merupakan markas klub raksasa Slovenia, NK Maribor. Itu disebabkan stadion mereka, Mestni Stadion Fazanerija hanya memiliki kapasitas kurang dari 5 ribu penonton.

Menurut ranking terbaru Euro Club Index, Mura hanya menempati urutan 342 dari 725 klub yang berada di kasta tertinggi negara-negara Eropa. Sebelum mengalahkan Tottenham, mereka bahkan ada di posisi 378. Bandingkan dengan Tottenham yang ada di urutan 22, dikelilingi oleh tim-tim mapan Eropa.

Namun semua catatan di atas hanya sekadar data pemanis, kalau tak mau dibilang tak berguna. Nyatanya, performa Mura di lapangan terlihat lebih lapar ketimbang Tottenham yang dilatih manajer kelas wahid dan diisi skuad berharga ratusan juta Pound.

Tottenham boleh saja menguasai bola lama-lama. Melakukan percobaan tembakan dua kali lebih banyak (15 banding 7) pun tak masalah, malah patut diacungi jempol mengingat Tottenham bermain dengan 10 orang selama sekitar sejam, menyusul kartu merah Ryan Sessegnon di menit ke-32.

Tapi semua itu tak akan diingat publik, sebab hanya satu gol dari Harry Kane yang bersarang di gawang Matko Obradovic, kiper asal Kroasia yang dipanggil timnasnya saja tak pernah. Sementara Mura hanya mencatat dua kali shot on goal dari tujuh percobaan itu ke gawang Tottenham, dan semuanya masuk!

Para pemain Tottenham seperti kehilangan gairah saat proses dua gol Mura yang dicetak Tomi Horvat dan Amadej Marosa terjadi. Apalagi gol kedua yang terjadi di detik-detik akhir babak kedua, anak-anak asuh Antonio Conte itu seperti kehabisan tenaga saat mengejar pemain lawan.

"Saya tak percaya apa yang telah terjadi. Penampilan yang memalukan. Mengejutkan dari setiap level," ujar eks pemain Tottenham yang kini menjadi pundit Sky Sports, Jamie O'Hara.

5Tottenham's Harry Kane, center, is tackled during the Europa Conference League match between Mura and Tottenham Hotspur in Maribor, Slovenia, Thursday, Nov. 25, 2021. (AP Photo)Jatuh bangun Tottenham menghadapi perlawanan Mura, namun tetap pulang dengan kekalahan. Foto: AP/

"Fakta bahwa dia (Conte) memasukkan sejumlah pemain untuk mengubah laga, seperti Son, Moura, Hoejbjerg... memasukkan mereka saja memalukan. Mereka (Mura) tim papan atas Slovenia. Permainan semacam ini seperti tim dari National League (divisi lima Liga Inggris). Memalukan," jelas O'Hara.

"Doherty, Ndombele, Alli, Sanchez benar-benar mengejutkan. Mereka harusnya malu dengan performa mereka sendiri. Beberapa dari mereka harusnya tak usah memakai seragam Spurs lagi menurut saya, karena ini adalah laga Europa Conference League yang harus kamu menangi agar bisa lolos ke fase gugur, juga untuk membuat Antonio Conte terkesan," tegas pria 35 tahun itu.

Hasil ini membuat Tottenham ada di posisi dua Grup G dengan 7 poin, unggul selisih gol atas Vitesse yang berada di posisi ketiga dengan poin sama. Di atas mereka ada Rennes yang sudah memastikan lolos ke 16 besar.

Spurs harus memenangi laga terakhir menghadapi Rennes jika ingin menjaga peluang lolos ke 16 besar, sebab Vitesse hanya menghadapi Mura si juru kunci di laga pamungkas.

(adp/nds)