Babak 16 Besar Liga Champions: Chelsea dan Liverpool Main di Tempat Netral?

Yanu Arifin - Sepakbola
Sabtu, 01 Jan 2022 10:00 WIB
BARCELONA, SPAIN - OCTOBER 24: The Champions League logo is seen prior to the Group B match of the UEFA Champions League between FC Barcelona and FC Internazionale at Camp Nou on October 24, 2018 in Barcelona, Spain.  (Photo by David Ramos/Getty Images)
Foto: Getty Images/David Ramos
London -

Chelsea dan Liverpool kabarnya terancam bermain di tempat netral pada babak 16 besar Liga Champions. Masalah vaksinasi pemain menjadi alasannya.

Chelsea dan Liverpool sudah menjejak babak 16 besar Liga Champions. Chelsea ditunggu wakil Prancis, Lille, dan The Reds ditantang raksasa Liga Italia, Inter Milan.

Liverpool akan lebih dulu bertandang ke Italia, untuk melawan Inter pada 17 Februari 2022. Kemudian, Chelsea menjamu Lille pada 23 Februari 2022 pada leg pertama.

Menurut Daily Mail, ada potensi Chelsea dan Liverpool memainkan laga di tempat netral. Isu vaksinasi menjadi pemicunya.

Disebutkan, aturan baru akan dikeluarkan Prancis dan Italia untuk merespons penyebaran COVID-19, khususnya di kalangan atlet. Setiap atlet yang berlaga di negaranya diharuskan punya paspor atau bukti vaksinasi lengkap.

Nah, Chelsea sendiri punya masalah tersebut. Belum semua bintang-bintangnya disuntik vaksin COVID-19. Sementara Liverpool, diakui Juergen Klopp, sudah semuanya disuntik namun beberapa belum mendapatkan booster.

Ditambah, Inggris menjadi salah satu negara dengan penyebaran varian baru virus corona, Omicron, yang cukup tinggi. Kondisi tersebut membuat vaksinasi pemain Liga Inggris kembali disorot belakangan ini, sebab masih banyak yang enggan divaksin.

Situasi kian rumit sebab UEFA kabarnya bergeming soal aturan wajib vaksinasi di kalangan pemain. Sumber UEFA, seperti dilaporkan Daily Mail, menyebut UEFA belum ada rencana membuat aturan menyamai aturan dari otoritas Eropa.

Aturan UEFA menyatakan, klub dengan 13 pemain, termasuk penjaga gawang, masih bisa menggelar pertandingan. Namun jika ada aturan pemerintah yang mewajibkan vaksin, dan yang belum divaksin dianggap positif, maka tim yang kekurangan pemain bisa mengatasinya dengan bermain di tempat lain.

(yna/bay)