ADVERTISEMENT

Ini Alasan Final Liga Champions 2021/2022 Pindah ke Paris

Mohammad Resha Pratama - Sepakbola
Jumat, 25 Feb 2022 19:00 WIB
PARIS, FRANCE - JUNE 09:  A general view of the stadium ahead of the UEFA Euro 2016 at Stade de France on June 9, 2016 in Paris, France. The opening match of the tournament is on June 10.  (Photo by Matthias Hangst/Getty Images)
Paris gantikan St Petersburg jadi tuan rumah Final Liga Champions 2021/2022 (Getty Images/Matthias Hangst)
Nyon -

Final Liga Champions 2021/2022 batal dihelat di Saint Petersburg. Apa alasan UEFA memindahkan final itu dan kenapa stadion di kota Paris jadi venue pengganti?

Final Liga Champions sejatinya akan dihelat di Kretovsky Stadium, Saint Petersburg 28 Mei mendatang. Ini jadi kali kedua Rusia jadi tuan rumah ajang tersebut setelah yang pertama di Luzhniki Stadium, Moskow, tahun 2008.

Namun, kondisi dalam negeri Rusia yang tengah bergejolak usai invasi ke Ukraina membuat rencana itu bubar total. Sebab, faktor keselamatan dan keamanan para peserta final nantinya bisa dalam bahaya.

Apalagi sudah banyak pihak yang mendesak agar Rusia dicabut haknya menjadi tuan rumah Final Liga Champions 2021/2022, salah satunya adalah Inggris lewat Perdana Menteri Boris Johnson.

Melihat kondisi yang makin memanas, UEFA akhirnya mengadakan rapat darurat di antara anggota Komite Eksekutifnya, Jumat (25/2/2022) sore WIB. Hasil rapat tersebut memutuskan Saint Petersburg tidak jadi menghelat Final Liga Champions 2021/2022 pada 28 Mei.

Sebagai penggantinya, UEFA menunjuk Paris sebagai tuan rumah yang akan menggunakan Stade de France di kota Saint Dennis sebagai tempat perhelatan laga puncak kompetisi antarklub terelite dunia tersebut.

Paris jadi kandidat utama pengganti Saint Petersburg karena belum pernah lagi menggelar ajang serupa sejak 2006 dan karena Prancis kini memegang jabatan (bergilir) presiden Dewan Uni Eropa.

Tak cuma kehilangan status sebagai tuan rumah final Liga Champions, Rusia juga tidak bisa menghelat laga-laga resmi yang berada di bawah bendera UEFA . Itu artinya klub-klub dan Timnas Rusia akan jadi musafir sementara waktu, sampai situasi kondusif.

Selain Rusia, Ukraina juga kehilangan hak untuk menggelar pertandingan di level klub dan Timnas. UEFA menyebut keamanan jadi alasan utama mengapa Rusia dan Ukraina dilarang menggelar pertandingan sepakbola.

Bahkan laga Piala Super Eropa 2023 yang dihelat di Kazan, Rusia, Agustus tahun depan juga kemungkinan dibatalkan.

Kenekatan Presiden Rusia Vladimir Putin untuk menyerang Ukraina akhirnya berdampak buruk untuk berbagai sektor di negara itu, termasuk olahraga. Hal ini bisa mengancam juga keikutsertaan Rusia di event olahraga Internasional.

Contohnya pebalap F1 Sebastian Vettel sudah menolak untuk tampil di GP Rusia musim ini karena aksi brutal Negeri Beruang Merah tersebut. Sementara, FIFA belum memutuskan apakah venue semifinal Playoff Piala Dunia 2022 zona Eropa yang mempertemukan Rusia kontra Swedia masih dapat dihelat di Moskow bulan depan atau tidak.

(mrp/cas)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT